25 February 2021, 11:28 WIB

Seluruh Tersangka Pembunuh Wartawan Malta Tertangkap


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

AFP/Matthew Mirabelli
 AFP/Matthew Mirabelli
Jurnalis Malta,  Daphne Caruana Galizia dibunuh pada 2017 karena mengungkap kasus korupsi penguasa Malta.

KEPALA Polisi Nasional Malta Komisaris Angelo Gafa mengungkapkan bahwa semua orang yang terlibat dalam pembunuhan jurnalis antikorupsi Daphne Caruana Galizia pada 2017 lalu telah ditangkap.

Sejauh ini, tujuh pria telah mengaku atau dituduh terlibat dalam pembunuhan Caruana Galizia. Mereka termasuk taipan properti dan energi Yorgen Fenech, yang mengaku tidak bersalah mendalangi pembunuhan tersebut, dan seorang sopir taksi yang telah mengaku sebagai perantara dalam dugaan kontrak pembunuhan salah satu jurnalis paling terkemuka di Malta itu.

"Dengan bukti yang kami miliki, kami berada dalam posisi untuk mengatakan bahwa setiap orang yang terlibat, baik itu dalang atau kaki tangan, ditahan atau menghadapi dakwaan," kata Gafa dalam jumpa pers.

Komentar tersebut dapat menimbulkan kontroversi, karena Fenech telah memberikan bukti kepada polisi yang menuduh tokoh politik senior memiliki pengetahuan sebelumnya tentang plot tersebut.

Pada pukul 11 malam di pengadilan ibu kota Malta, Valletta, Robert Agius dan rekannya Jamie Vella mengaku tidak bersalah dalam pembunuhan Caruana Galizia. Vella, yang dinyatakan positif covid-19, muncul dalam setelan jas hujan di ruang sidang yang dijaga ketat. Vella dan saudara laki-laki Robert, Adrian Agius juga didakwa terlibat dalam pembunuhan kedua, penembakan tahun 2015 terhadap seorang pengacara bernama Carmel Chircop. Mereka mengaku tidak bersalah.

George Degiorgio, yang sudah menghadapi persidangan sebagai salah satu pembunuh bayaran yang diduga melakukan pembunuhan Caruana Galizia, juga didakwa dan membantah melakukan pembunuhan Chircop. 

Penggerebekan di rumah dan kendaraan milik Agius bersaudara dan Vella, yang ditangkap pada hari Selasa, menemukan uang tunai senilai €70.000, senjata api, 350 gram heroin, dan dua sachet kokain. Di salah satu tempat tinggal, polisi menemukan 10 mobil yang diperkirakan akan disita.

Europol yang telah membantu sejak awal penyelidikan pembunuhan, telah ditugaskan untuk mengekstraksi data dari 25 ponsel dan dua laptop yang disita dalam aksi tersebut.

Fenech ditangkap pada 2019 saat berusaha meninggalkan Malta dengan kapal pesiarnya. Dia ditahan menunggu keputusan apakah akan menghadapi persidangan. Seorang sopir taksi telah mendapatkan pengampunan presiden sebagai imbalan atas bukti melawan Fenech. Seorang mantan teman taipan itu, Melvin Theuma sekarang tinggal dengan aman di rumah, di bawah perlindungan polisi.

Perkembangan terbaru muncul setelah seorang saksi kunci mendapatkan kesepakatan pembelaan, yang disetujui oleh perdana menteri Malta dan kabinetnya pada Senin. Tiga tahun setelah pertama kali mengajukan bukti penting tentang kasus ini, Vincent Muscat mendapatkan grasi sebagai imbalan atas kesaksiannya.

Setelah mengaku bersalah atas keterlibatannya dalam pembunuhan Caruana Galizia, dia langsung dijatuhi hukuman 15 tahun, meskipun masa penjaranya dapat diubah untuk memungkinkan pembebasannya pada tahun 2027. Muscat juga diberikan pengampunan presiden karena mengakui keterlibatannya dalam pembunuhan Chircop, sebagai imbalan bukti terhadap dugaan kaki tangannya.

baca juga: Otak Pembunuhan Wartawan Malta Diidentifikasi

Caruana Galizia, seorang kolumnis dan penyelidik yang menuangkann hasil penyelidikannya di blog  tentang korupsi politik di Malta. Ia dijuluki sebagai "WikiLeaks satu wanita".Pembunuhannya yang kejam terjadi di dekat rumahnya di Desa Bidnija, telah melibatkan partai Buruh yang berkuasa di Malta dalam skandal politik.

Perdana Menteri negara itu, Joseph Muscat (tidak ada hubungannya dengan Vincent Muscat), dipaksa mengundurkan diri pada 2019 setelah tuduhan bahwa anggota pemerintahannya mencoba menyabotase penyelidikan polisi. (The Guardian/OL-3)

BERITA TERKAIT