27 January 2021, 10:58 WIB

Pemerintah Belanda Tegaskan tidak akan Tunduk pada Perusuh


Basuki Eka Purnama | Internasional

AFP/ROBIN VAN LONKHUIJSEN / ANP
 AFP/ROBIN VAN LONKHUIJSEN / ANP
Polisi menembakkan meriam air ke arah demonstran di Amsterdam, Belanda.

KOTA-KOTA di Belanda, Selasa (26/1), lebih tenang setelah tiga malam diwarnai aksi penjarahan imbas dari demonstrasi menentang jam malam covid-19.

Tidak ada insiden berarti di Amsterdam, Rotterdam, atau Den Haag, tempat terjadinya bentrokan dan penjarahan toko, perusakan mobil dalam aksi kerusuhan terparah di negara itu dalam tempo satu dekade.

Sedikitnya 400 orang telah ditahan di Belanda setelah negara itu memberlakukan aturan jam malam untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II.

Baca juga: Tiongkok Temukan Bir Impor Tercemar Covid-19

"Kami tidak berunding dengan orang yang memecahkan jendela toko," tegas Menteri Keuangan Belanda Wopke Hoekstra.

Menteri Kehakiman Belanda Ferd Grapperhaus menegaskan pemerintah akan mempertahankan kebijakan jam malam.

Menurutnya, kebijakan itu akan tetap diberlakukan hingga setidaknya 9 Februari. (AFP/OL-1)

 

BERITA TERKAIT