04 January 2021, 09:30 WIB

Trump Tekan Pejabat Georgia soal Hasil Pemilu


Nur Aivanni | Internasional

AFP/BRENDAN SMIALOWSKI
 AFP/BRENDAN SMIALOWSKI
Presiden AS Donald Trump

PRESIDEN AS Donald Trump menekan pejabat pemilu Georgia, sesama anggota Partai Republik, dalam percakapan telepon untuk 'mendapatkan' cukup suara dan membatalkan kemenangan Joe Biden di negara bagian tersebut.

Dalam percakapan dengan Sekretaris Negara Bagian Georgia Brad Raffensperger pada Sabtu (2/1), yang rekamannya diperoleh pertama kali oleh The Washington Post, Trump memperingatkan Raffensperger soal risiko besar jika gagal memenuhi permintaannya.

"Orang-orang Georgia marah, orang-orang di negara itu marah," kata Trump dalam rekaman itu yang juga disiarkan oleh media lain.

"Dan tidak ada yang salah dengan mengatakan, Anda tahu, bahwa Anda telah menghitung ulang," ujar presiden.

"Anda kehilangan ratusan ribu suara," ucapnya.

Raffensperger pun terdengar menjawab bahwa data yang dimiliki Trump salah.

Baca juga: Trump Dituding Lemahkan Kekuatan Badan Keamanan

Kabar mengenai rekaman itu datang pada saat dua hari sebelum pemilihan putaran kedua di Georgia yang akan memutuskan kendali Senat AS dan tiga hari sebelum Kongres akan mengesahkan hasil pemilu pada 3 November 2020.

Pengesahan tersebut sekarang ditentang oleh sejumlah anggota parlemen atas perintah Trump. Meskipun, Anggota Kongres dari Partai Republik Adam Kinzinger mendesak mereka untuk mempertimbangkan kembali terkait rekaman itu.

"Ini benar-benar mengerikan. Kepada setiap anggota Kongres yang mempertimbangkan untuk menolak hasil pemilu, Anda tidak bisa mengingat hal ini, melakukannya dengan hati nurani yang bersih," cuitnya di Twitter.

Setelah rekaman tersebut dirilis, Gedung Putih menolak berkomentar. Sementara, Demokrat dengan cepat mengutuk hal tersebut.

"Penghinaan Trump terhadap demokrasi diungkap. Sekali lagi di rekaman," kata Perwakilan Adam Schiff di Twitter.

Trump telah melakukan perlawanan habis-habisan terhadap hasil pemilu. Tetapi sejumlah penghitungan ulang dan tuntutan hukum serta tinjauan oleh Departemen Kehakiman, gagal mendukung klaim tersebut.

Tidak jelas siapa yang merilis rekaman itu, tetapi berdasarkan hukum Georgia, Raffensperger secara hukum dapat merekamnya tanpa persetujuan Trump.(Malay Mail/OL-5)

BERITA TERKAIT