15 November 2020, 05:25 WIB

RCEP Percepat Pemulihan Ekonomi Kawasan


(Dhk/I-1) | Internasional

 Biro Pers Sekreatariat Presiden/Muchlis Jr
  Biro Pers Sekreatariat Presiden/Muchlis Jr
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadiri rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT ASEAN ke-37 secara virtual melalui konferensi video

PRESIDEN Joko Widodo meyakini Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) yang akan segera diteken ASEAN dan lima negara mitra akan mampu mempercepat pemulihan ekonomi di kawasan pascapandemi. Karena itu, implementasi RCEP nantinya akan membutuhkan komitmen yang besar dari semua pihak.

"Saya yakin RCEP ini akan menjadi katalis pemulihan ekonomi di kawasan bahkan dunia," kata Presiden saat menghadiri KTT ASEAN-Australia secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, kemarin.

Kemitraan dagang RCEP dipastikan akan ditandatangani pada hari terakhir rangkaian KTT ke-37 ASEAN, hari ini. RCEP yang akan diratifikasi negara-negara ASEAN, Australia, Tiongkok, Jepang, Selandia Baru, dan Korea Selatan digadang-gadang akan menjadi kesepakatan perdagangan bebas terbesar di dunia saat ini.

Presiden Jokowi juga memandang ASEAN-Australia perlu memperkuat komitmen untuk meningkatkan perjanjian perdagangan bebas ASEAN-Australia-Selandia Baru.

Penguatan itu melalui peningkatan kelancaran lalu lintas barang, penguatan rantai pasokan global dengan memanfaatkan ASEAN sebagai basis produksi yang kompetitif, pengembangan kerja sama industri 4.0 dan ekonomi digital, serta peningkatan interaksi antara pelaku usaha ASEAN dan Australia.

"Di masa sulit ini, kerja sama ialah satu-satunya jalan yang harus kita tempuh. Saya yakin kemitraan ASEAN dan Australia dapat menjadi penyangga utama paradigma kerja sama dan kolaborasi bagi stabilitas, perdamaian, dan kesejahteraan di kawasan," tandasnya.

 

Ketahanan kesehatan

Jokowi juga mendorong kemampuan negara-negara ASEAN Plus Three (APT) untuk memperkuat ketahanan kesehatan. Hal itu berkaca dari pengalaman pandemi covid-19 saat ini. Dengan adanya ketahanan kesehatan, negara-negara di kawasan diharapkan siap menghadapi potensi pandemi di masa depan.

"Pertama, pembangunan infrastruktur kesehatan di tingkat nasional. Ketahanan kesehatan kawasan haruslah dimulai dari infrastruktur kesehatan yang memadai di tingkat nasional," ucap Jokowi.

Presiden Jokowi mengatakan setiap negara harus berinvestasi untuk menjamin akses kesehatan dengan harga terjangkau. Upaya itu nantinya akan memperbaiki ketahanan masyarakat dan kesiapsiagaan serta kapasitas kesehatan publik di masa darurat. (Dhk/I-1)

BERITA TERKAIT