03 November 2020, 14:58 WIB

ISIS Klaim Penembakan di Universitas Kabul


Wisnu Arto Subari | Internasional

AFP/Wakil Kohsar
 AFP/Wakil Kohsar
.

Mahasiswa berdemonstrasi di luar Universitas Kabul pada Selasa (3/11). Ini mereka lakukan setelah setidaknya 22 orang tewas dalam serangan brutal di kampus yang diklaim oleh ISIS.

Memegang spanduk bertuliskan, "Stop killing us," pertemuan kecil itu dilakukan saat Afghanistan merayakan hari berkabung nasional dan pemakaman pertama.

Serangan pada Senin (2/11) di universitas populer dekat pusat Kabul dilakukan tiga penyerang. Salah satunya meledakkan dirinya. Yang lain mengamuk di kampus dan menembak mahasiswa di ruang kelas.

ISIS juga mengklaim serangan serupa di pusat pendidikan di Kabul kurang dari dua minggu lalu yang menewaskan 24 orang. 

Pasukan keamanan Afghanistan telah bergulat dengan kekerasan yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Padahal pemerintah mengadakan pembicaraan damai dengan Taliban di Qatar.

Kelompok pemberontak mengatakan mereka tidak terlibat dalam serangan kemarin. Akan tetapi Wakil Presiden Amrullah Saleh menyalahkan mereka dan pendukung mereka di Pakistan.

Taliban pun menyalahkan oknum jahat yang telah mencari perlindungan dalam pemerintahan Kabul. Kelompok ini menuduh pemerintah menyembunyikan dan membantu militan.

Zalmay Khalilzad, utusan khusus AS, yang membantu mempertemukan Taliban dan pemerintah Kabul yang bertikai untuk berunding, mendesak kedua belah pihak untuk mempercepat penyelesaian politik.

"Serangan biadab ini bukan kesempatan bagi pemerintah dan Taliban untuk mencetak poin satu sama lain. Ada musuh bersama di sini," tweet-nya.

"Tolak ISIS atau teroris lain untuk melakukan tindakan tidak manusiawi ini," tambahnya. Ia menggunakan nama lain untuk kelompok teroris tersebut.

Presiden Ashraf Ghani berjanji dengan melakukan penyelidikan tentang dapat masuknya orang-orang bersenjata itu ke universitas dengan senjata. (OL-14)

BERITA TERKAIT