05 May 2020, 06:24 WIB

Jokowi Ajak Gerakan Non-Blok Bersolidaritas Hadapi Covid-19


Dhika Kusuma Winata | Internasional

ANTARA/Setpres-Kris
 ANTARA/Setpres-Kris
Presiden Joko Widodo mengikuti KTT GNB secara virtual di Kompleks Istana Bogor, Jawa Barat.

PRESIDEN Joko Widodo mengajak para kepala negara dan kepala pemerintahan negara Gerakan Non-Blok (GNB) untuk bersatu melawan pandemi Covid-19. Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) GNB secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (4/6) malam.

"Lima puluh sembilan tahun yang lalu, GNB didirikan untuk melawan musuh bersama imperialisme dan neokolonalisme. Saat ini, musuh bersama kita adalah covid-19," ucap Presiden Jokowi dalam KTT yang diselenggarakan khusus dalam rangka penanganan pandemi virus korona itu.

Presiden Jokowi menyatakan pandemi covid-19 di dunia masih jauh dari kata usai. Sebab itu, ia mengajak negara-negara GNB untuk bergerak cepat, cermat dan strategis dalam bertindak.

Baca juga: Dampak Covid-19 Pembangunan Negara Berkembang Jadi Mundur

Presiden juga menyampaikan tiga hal penting yang perlu diprioritaskan negara GNB, salah satunya solidaritas politik.

"Pertama, perkuat solidaritas politik antar kita, karena hanya dengan bekerja sama, kita dapat memenangkan peperangan ini," ujar Jokowi.

Dalam KTT yang diselenggarakan bertepatan dengan momentum Peringatan 65 Tahun Dasasila Bandung dan Perayaan 60 Tahun berdirinya GNB tersebut, Presiden Jokowi juga mengajak negara anggota GNB untuk memfokuskan energi dan waktu sepenuhnya untuk menghadapi tantangan covid-19 ini.

Jokowi menekankan akses terhadap obat maupun vaksin covid-19 kelak jika telah ditemukan agar bisa diakses secara berkeadilan. Ia menyarankan agar paten dan hak kekayaan intelektual terkait obat dan vaksin terkait covid-19 dapat diterapkan secara fleksibel demi kemanusiaan.

"Kedua, terjemahkan solidaritas politik ini jadi kerja sama yang konkret. Kita harus berjuang untuk mendapatkan akses yang berkeadilan dan tepat waktu terhadap obat-obatan dan vaksin covid-19 dengan harga yang terjangkau," katanya.

Selain itu, Presiden juga mengajak memperkuat kerja sama dalam pemulihan rantai pasokan global untuk perdagangan produk kesehatan dan kebutuhan pangan.

"Ketiga, penguatan kemitraan global bagi negara berkembang, kita perlu suarakan dan perjuangkan komitmen bantuan pembangunan dan kemanusiaan, keringanan utang, maupun kewajiban pembayaran utang dari official creditors dapat dialihkan untuk pembiayaan penanganan covid-19," ucap Jokowi.

"Ke depan, negara berkembang harus berjuang untuk memperbaiki tata kelola kesehatan global agar kita lebih siap menanganani pandemi di masa depan," ujarnya.

Turut mendampingi Jokowi dalam KTT tersebut yakni Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. (OL-1)

BERITA TERKAIT