06 April 2020, 11:31 WIB

Miris, Jasad Korban Covid-19 Tergeletak di Jalanan Ekuador


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

AFP/Enrique Ortiz
 AFP/Enrique Ortiz
Dengan mengenakan masker, dua warga Ekuador menggotong orang yang tidak berdaya ke rumah sakit di Guayaquil.

WAKIL Presiden Ekuador, Otto Sonnenholzner, meminta maaf setelah sejumlah jasad dibiarkan tergeletak di jalanan Guayaquil. Ketika virus korona (covid-19) melanda kota pelabuhan yang kondisinya semakin mencekam.

Warga mengunggah video di jejaring media sosial, yang menunjukkan mayat-mayat ditinggalkan di sejumlah ruas jalan Ekuador. Negara itu terdampak covid-19 paling parah di kawasan Amerika Latin.

Otoritas berwenang mengumpulkan setidaknya 150 jasad dari jalan-jalan dan rumah-rumah awal pekan ini. Namun, tidak mengonfirmasi berapa banyak korban meninggal akibat pandemi covid-19.

Baca juga: Lebih dari 20 Ribu Kasus Covid-19 Dilaporkan di Amerika Latin

"Kami telah melihat gambar yang seharusnya tidak pernah terjadi. Sebagai pelayan publik Anda, saya minta maaf," ujar Sonnenholzer, yang memimpin tim penanggulangan covid-19 di Ekuador, melalui sebuah pernyataan yang disiarkan media lokal.

Ekuador mencatat hampir 3.500 kasus positif covid-19 pada Minggu (5/4) waktu setempat. Adapun korban meninggal mencapai 172 orang.

Pemerintah telah memberlakukan keadaan darurat dan jam malam, sebagai upaya melawan penyebaran virus mematikan yang sangat menular.(AFP/OL-11)


BERITA TERKAIT