30 November 2022, 08:08 WIB

Waspadai Penyakit Paru Obstruktif Kronik


Litbang MI | Infografis

 
 

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) merupakan masalah kesehatan paru yang serius. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia mengatakan, setidaknya ada 384 juta pengidap penyakit PPOK di dunia. Perlu mendapat perhatian lebih, karena penyakit paru obstruktif kronis juga menjadi penyebab kematian nomor tiga di dunia.

Waspadai Penyakit Paru Obstruktif Kronik

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

. Sejumlah penyakit yang menyerang paru-paru untuk jangka panjang.

. Penyakit ini menghalangi aliran udara dari dalam paru-paru sehingga pengidap mengalami kesulitan bernapas.

Jenis

Bronkitis

. Infeksi pada saluran udara menuju paru-paru yang menyebabkan pembengkakan dinding bronkus dan produksi cairan di saluran udara berlebihan.

Emfisema

. Kondisi rusaknya kantung-kantung udara pada paru-paru yang terjadi secara bertahap.

Gejala

Awal

. Kadang-kadang sesak napas, terutama setelah berolahraga

. Batuk ringan dan berulang

. Perlu sering membersihkan tenggorokan, terutama di pagi hari

Sedang

. Sesak napas, bahkan setelah olahraga ringan

. Mengi

. Sesak dada

. Batuk kronis

. Sering pilek dan flu

. Kekurangan energi

Lanjutan

. Kelelahan

. Pembengkakan kaki atau pergelangan kaki

. Penurunan berat badan

Faktor Risiko

. Memiliki kebiasaan merokok

. Pajanan asap rokok pada perokok aktif ataupun pasif

. Pajanan polusi udara

. Menderita asma, TBC, dan infeksi HIV

. Faktor keturunan

Penanganan

. Obat-obatan, biasanya berupa obat hirup.

. Terapi oksigen untuk memberikan pasokan oksigen ke paru-paru.

. Rehabilitasi paru.

. Alat bantu napas.

. Operasi dilakukan jika PPOK tidak dapat diredakan dengan obat-obatan atau terapi.

Prevalensi di Indonesia

(Riskesdas 2013)

Kelompok Umur    Prevalensi

25-34          1,6

35-44          2,4

44-54          3,9

55-64          5,6

65-74          8,9

> 75            9,4

Data Fakta PPOK

. Penyebab kematian terbanyak nomor 3 di dunia dengan jumlah 3,23 orang pada 2019.

. Jumlah penderita global pada 2019 mencapai 212,3 juta.

. Prevalensi di Indonesia pada 2013 ialah 3,7% atau 9,2 juta jiwa penderita.

 

 

 

BERITA TERKAIT