21 September 2023, 22:20 WIB

Kementan Pecahkan Rekor Dunia Minum Minuman Herbal Peserta Terbanyak


Dede Susianti | Humaniora

MI/Dede Susianti
 MI/Dede Susianti
Mentan Syahrul Yasin Limpo (YSL) 

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) pecahkan rekor dunia dengan meraih piagam penghargaan Museum Rekor Dunia-Indonesia dulu Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori meminum minuman terbanyak.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) bersama ribuan masyarakat minum minuman herbal serentak dengan ribuan orang, warga masyarakat Kota Bogor dan warga masyarakat di 33 provinsi di Indonesia.

Kegiatan digelar secara offline (luring) dan online (daring). Kegiatan dipusatkan (offline) di Lapangan BB Biogen Komplek Badan Standarisasi Instrumen Pertanian ( BSIP) Kementan di Jl Tentara Pelajar, Cimanggu, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/9).

Baca juga: Mentan SYL Sebut Neraca Beras Aman, Hanya Kehilangan 380 Ton

Sebelum acara pemecahan rekor tersebut, Mentan SYL melakukan jalan sehat bersama ribuan warga. Dua kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari peringatan hari ulang tahun BSIP yang ke-1. BSIP lahir pada tanggal 21 September 2022, setelah lahirnya Peraturan Presiden no 117 tahun 2021.

"Salah satu yang paling penting dalam hidup ini adalah kesehatan. Pikiran sehat dan hati juga sehat. Nah salah satu yang mendorong sehat adalah kita mau bersahabat dengan alam dengan apa yang kita miliki seperti herbal dan jamu-jamuan," ujar Mentan SYL.

Baca juga: Mentan SYL Lepas Ekspor Mangga dan Ayam KUB ke Arab Saudi dan Timor Leste

Mentan SYL mengatakan, Indonesia merupakan negara paling kaya dengan aneka ragam komoditas herbal paling komplit di seluruh dunia. Semua herbal ini bahkan memiliki manfaat dan kegunaan yang luar biasa dalam mendukung kebugaran tubuh manusia.

"Jangan lupa Indonesia negara terbesar di dunia yang memiliki aneka ragam herbal. Bahkan tiga tahun kita survive karena pertanian. Dan semangat seperti ini sangat penting untuk kita jaga bersama," katanya.

Kepala BSIP Kementan, Fadjri Djufri menyampaikan bahwa pemecahan rekor MURI ini dihadiri masyarakat sebanyak 10.794 orang dan online di seluruh provinsi sebanyak 2.144 sehingga total yang hadir mencapai kurang lebih 12.830.

"BSIP sebagai pelaksana standarisasi siap menjaga produk lokal kita seperti herbal untuk dipasarkan di pasar ekspor. Alhamdulillah kita mendapat banyak dukungan mulai dari DPR dan jajaran lingkup kementan," katanya.

Dalam kegiatan ini, turut hadir di antaranya adalah Anggota Komisi VIII DPR RI, Indira Chunda Thita dan Anggota Komisi IV DPR RI Endang Setyawati Thohari. "Alhamdulilah pagi ini kita berada di tengah-tengah warga bogor untuk menyehatkan tubuh melalui jalan sehat dan minum herbal," katanya.

Ketua Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Inggrid Tania mengapresiasi hilirisasi dan gerakan minum herbal yang diinisiasi jajaran BSIP Kementan. Bagi Ingrid, hilirisasi sekaligus pembinaan UMKM ini merupakan langkah tepat dalam menumbuhkembangkan produk herbal siap ekspor.

"Bagus sekali kalau kementan membina umkm itu baik sekali. Jadi masyarakat umkm bisa lebih mendapat bimbingan. Termasuk bimbingan teknis dari mulai simplisia serbuk sampai membantu terstandarisasi untuk ekspor. Nah ini kalau bisa dilakukan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat," katanya.

Inggrid mengatakan, selama ini herbal mampu meningkatkan daya tahan tubuh sehingga seseorang mampu terbebas dari penyakit. Selain itu bisa juga meningkatkan vitalitas, kecantikan sampai pencegah penyakit infeksi.

"Jadi sangat bermanfaat sekali herbal untuk tubuh kita. Bisa memelihara kebugaran, vitalitas kecantikan dan membantu mencegah *penyakit infeksi dan kronik degeneratif,"pungkasnya. (DD/Z-7)

BERITA TERKAIT