15 September 2023, 21:36 WIB

Di Hadapan Rektor IPB, Jokowi Minta Akademisi Jangan Alergi dengan Teknologi AI


Zubaedah Hanum | Humaniora

Setpres
 Setpres
Presiden Joko Widodo menyampaikan orasi dalam rangka Dies Natalis ke-60 IPB University, Jumat (15/9).

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) menyatakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang berkembang cepat di era disrupsi teknologi bukanlah hal yang perlu ditakutkan untuk dihadapi.

"Ini saya minta sekali lagi, jangan alergi dengan teknologi. Jangan hindari perubahan teknologi, jangan takut dengan mesin cerdas, dengan AI," kata Presiden saat menyampaikan orasi di Sidang Terbuka IPB University dalam rangka Dies Natalis ke-60 di Kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/9).

Presiden mengatakan topik seputar perkembangan AI turut diangkat dalam sejumlah rangkaian kegiatan pertemuan para pemimpin negara sejumlah organisasi internasional, seperti Grup Tujuh (G7), Grup 20 (G20), hingga KTT Ke-43 ASEAN di Jakarta.

Baca juga : 62% Pelaku Bisnis di Indonesia Berpotensi Adopsi Kecerdasan Buatan

"Semuanya berbicara mengenai AI, takut sekali semua negara mengenai AI. Regulasinya belum ada, aturan mainnya belum ada, AI-nya terus lari berubah-ubah terus, semua dibicarakan," katanya.

Menyikapi itu, Presiden meminta bangsa Indonesia untuk mempersiapkan langkah antisipasi menghadapi kehadiran AI, termasuk kepada jajaran Senat Akademik IPB sebagai lembaga pendidikan untuk melahirkan insan unggul, kompeten, berkarakter dan berakhlak baik.

Baca juga : Pendiri ChatGPT Jadi WNA Pertama yang Mendapat Golden Visa

Jokowi optimistis bahwa teknologi tak akan bisa mengalahkan manusia yang dilengkapi dengan hati dan rasa.

"Teknologi tak akan bisa mengalahkan manusia karena mesin itu hanya punya chip, mesin hanya punya chip, tapi manusia punya hati, punya rasa, mesin tidak punya. Saya percaya bahwa ciptaan Allah subhanahu wa ta' ala (SWT) akan selalu lebih unggul dan lebih mulia," demikian Joko Widodo. (Ant/DD/Z-4)

BERITA TERKAIT