05 September 2023, 14:50 WIB

Mengenal Hak Istimewa Oktori VOC yang Diberikan Parlemen Belanda


Meilani Teniwut | Humaniora

Anri.
 Anri.
Ilustrasi.

VOC atau Vereenigde Oostindische Compagnie, perusahaan Hindia Timur Belanda, yang didirikan pada 1602. VOC ialah perusahaan dagang Belanda yang beroperasi di Asia dan memiliki monopoli perdagangan rempah-rempah, seperti cengkih, lada, kayu manis, dan pala di Indonesia dan sekitarnya.

VOC juga terlibat dalam perdagangan komoditas lain seperti gading, emas, perak, sutra, dan teh. VOC ialah salah satu perusahaan dagang terbesar dan paling sukses di dunia serta dikenal sebagai perusahaan multinasional pertama di dunia. VOC beroperasi selama hampir 200 tahun serta berkontribusi besar terhadap pembentukan ekonomi global modern.

Tujuan VOC

1. Monopoli perdagangan. 

Salah satu tujuan utama VOC yaitu mengamankan monopoli perdagangan rempah-rempah, terutama lada, cengkih, dan pala, di wilayah Hindia Timur (kini Indonesia). Hal ini bertujuan mengendalikan pasokan rempah-rempah ke Eropa dan mendapatkan keuntungan besar dari perdagangan ini.

Baca juga: 5 September Hari Amal Internasional, Begini Sejarahnya

2. Menghindari persaingan internal. 

VOC didirikan untuk menggabungkan berbagai perusahaan dagang Belanda yang beroperasi di Hindia Timur menjadi satu entitas yang terorganisasi. Ini bertujuan menghindari persaingan internal yang tidak menguntungkan dan untuk lebih efisien dalam perdagangan.

3. Mengamankan jalur perdagangan. 

VOC juga didirikan untuk melindungi dan mengamankan jalur perdagangan Belanda di Hindia Timur dari persaingan dengan negara-negara lain, terutama Spanyol dan Portugis yang sudah memiliki basis perdagangan di wilayah tersebut.

Faktor pendirian VOC

1. Potensi keuntungan besar.

Baca juga: Tokoh Penting yang Terlibat dalam G30S/PKI dan Korban

Rempah-rempah dari Hindia Timur, seperti lada, cengkih, dan pala, sangat diminati di Eropa pada masa itu dan memiliki harga yang tinggi. Potensi keuntungan besar inilah yang mendorong pendirian VOC.

2. Persaingan Eropa.

Persaingan sengit antara negara-negara Eropa, terutama Spanyol dan Portugis, dalam mencari jalur perdagangan ke Hindia Timur menjadi faktor pendorong. Belanda ingin bersaing dengan negara-negara ini dalam memonopoli perdagangan rempah-rempah.

3. Perlindungan dan investasi.

Pemerintah Belanda memberikan perlindungan dan investasi kepada VOC untuk memastikan keberhasilan ekspedisi dagangnya. Ini termasuk memberikan hak eksklusif untuk berdagang di wilayah-wilayah tertentu.

4. Model perusahaan saham.

VOC merupakan salah satu contoh awal dari perusahaan saham (joint-stock company) yang terorganisasi dengan baik. Ini memungkinkan banyak investor untuk berpartisipasi dalam perdagangan dengan risiko terbatas, sehingga lebih banyak modal dapat ditarik untuk ekspedisi dagang.

5. Ingin membentuk kekuasaan kolonial.

VOC tidak hanya berfokus pada perdagangan rempah-rempah, tetapi juga ingin membentuk kekuasaan kolonial di Hindia Timur. Ini menjadi awal dari pendudukan Belanda di wilayah tersebut.

Hak istimewa/oktroi VOC

Dalam menjalankan tugas, berikut kewenangan dan hak istimewa yang dimiliki VOC. 

1. Melakukan monopoli perdagangan di wilayah antara Tanjung Harapan di Afrika Selatan sampai dengan Selat Magelhaens (ujung selatan Benua Amerika), termasuk kepulauan Nusantara.
 
2. Membentuk angkatan perang sendiri.
 
3. Melakukan peperangan. 

4. Mengadakan perjanjian dengan raja-raja setempat.
 
5. Mencetak dan mengeluarkan mata uang sendiri. 

6. Mengangkat pegawai sendiri. 

7. Memerintah di negeri jajahan. (Z-2)

BERITA TERKAIT