06 August 2023, 18:49 WIB

Profil Projek Jadi Upaya Wujudkan Pelajar yang Berperilaku Sesuai Nilai Pancasila


Despian Nurhidayat | Humaniora

Dok.MI
 Dok.MI
Ilustrasi - Profil Pelajar Pancasila

PEMERINTAH saat ini tengah menguatkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau Projek Profil sebagai salah satu bagian yang tidak terpisahkan dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. Projek Profil sendiri merupakan adalah untuk mewujudkan Pelajar Pancasila yang mampu berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, yaitu beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

“Projek Profil sendiri merupakan kegiatan pembelajaran di luar mata pelajaran untuk menguatkan karakter profil pelajar pancasila. Sebetulnya sesuai namanya ini untuk menguatkan profil pelajar pancasila di mana ini diambil dari kompetensi dan nilai pancasila yang diharapkan jadi kompetensi seluruh anak di Indonesia,” ungkap Penulis Panduan Projek Profil Kemendikbudristek Rizky Satria dalam Talkshow dan Peluncuran Buku Sukses Projek Penguatan Profil Pancasila, Sabtu (5/8).

Penerapan Projek Profil sendiri tidak terintegrasi dalam pembelajaran setiap mata pelajaran, tapi mempunyai porsi khusus dalam setiap alokasi jam mata pelajaran yang membuat peserta didik memiliki kesempatan untuk dapat mengembangkan kompetensi pengetahuan, keterampilan dan sikap dengan belajar dari teman, guru, bahkan sampai pada tokoh masyarakat sekitar dalam menganalisis isu-isu hangat yang terjadi di lingkungan sekitar.

Baca juga: Tumbuhkan Karakter Resilien pada Anak dengan Permainan Konstruktif

Di tempat yang sama, Ketua Kampus Guru Cikal Marsaria Primadonna menambahakan bahwa Projek Profil secara garis besar merupakan pendidikan karakter yang selama ini tidak pernah diterapkan dalam kurikulum sebelumnya.

“Projek profil itu saya melihatnya menuju ke pendidikan karakter dan belum pernah ada di kurikulum sebelumnya. Jadi tentu hal ini akan membuat bingung para guru bahwa bagaimana mengajarkan hal ini. Maka dari itu pembelajaran ini berbasis projek dengan waktu 20-30 persen pembelajaran di luar mata pelajaran,” ujar Prima.

Baca juga: Bangun Pola Asuh SIGAP untuk Generasi Anak Berprestasi

Projek Profil dapat dikatakan menjadi pembelajaran lintas disiplin ilmu untuk mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis projek (project-based learning) yang berbeda dengan pembelajaran berbasis proyek dalam program intrakurikuler di dalam kelas.

Berbeda dengan pembelajaran yang berfokus pada hasil, Projek Profil menitikberatkan pada proses yang dijalani peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan di sekitarnya.

Dalam kesempatan ini, Founder Yayasan Guru Belajar Najeela Shihab mengatakan bahwa proses untuk mengerti Projek Profil merupakan hal yang menantang bagi para guru. Pasalnya, pembelajaran di luar mata pelajaran menjadi konsepsi yang sulit untuk diimplementasikan.

“Walaupun kita percaya bahwa kurikulum itu harusnya menumbuhkan kompetensi murid kita. Tetapi begitu sampai mengimplementasikan itu pasti panik duluan karena susah banget. Sesudah itu pasti bingung dan guru pasti takut salah. Ini saya yakin dilalui oleh kita semua,” ucap Najeela.

“Jangan merasa bersalah kalau sampai sekarang agak gamang mengenai kurikulum merdeka. Kesempatan dan dukungannya juga kurang. Itu perasaan yang wajar. Faktanya kehadiran kita di sini untuk saling berbagi ini dan kita akan menghasilkan aksi yang lebih keren terutama terkait cara pembelajaran kotenkstual berbasis projek,” tandasnya. (Des/Z-7)

BERITA TERKAIT