03 August 2023, 15:48 WIB

Kampanye #PikirinDulu Ajak Anak Muda Lebih Peduli Keberlanjutan Sosial dan Lingkungan


Humaniora | Humaniora

Dok Fabulo
 Dok Fabulo
Penanaman pohon oleh mahasiswa UI di kawasan konservasi Ciherang, Jawa Barat

SEBAGAI bagian dari komitmen dalam menginspirasi Indonesia dan menyebarkan pesan keberlanjutan secara lebih luas kepada masyarakat, Danone-AQUA menghadirkan kampanye #PikirinDulu  untuk mengajak generasi muda agar lebih peduli dan mengenal pentingnya konsumsi yang bertanggung jawab serta dampak dari produk yang mereka pilih atau konsumsi bagi lingkungan dan masyarakat.

Oleh karenanya, sejumlah anak muda dan perwakilan Mahasiswa Universitas Indonesia diajak melihat secara langsung dan mengenal lebih dekat proses produksi AQUA di daerah Ciherang, Jawa Barat dengan menyaksikan proses produksi dan berbagai inisiatif perlindungan ekosistem yang dikelola.

Baca juga: Katingan Mentaya Project Lakukan Restorasi Ekosistem Gambut Seluas 157.000 hektar

Corporate Communications Director Danone Indonesia Arif Mujahidin mengatakan, "Selama lebih dari 50 tahun, Danone-AQUA telah menghadirkan lebih dari sekedar produk air minum dalam kemasan, tapi juga tanggung jawab yang datang bersamaan dengan komitmen perusahaan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan."

Arif mengatakan pihaknya ingin terlibat lebih banyak dalam membangun generasi muda yang lebih positif bagi masyarakat dan lingkungan. "Untuk itu, kami menghadirkan kampanye #PikirinDulu yang bertujuan untuk  mengajak generasi muda agar lebih peduli dan mengenal pentingnya konsumsi yang bertanggung jawab serta dampak dari produk yang mereka pilih atau konsumsi bagi lingkungan dan masyarakat,” kata dia.

Pabrik AQUA Ciherang merupakan salah satu dari 21 Pabrik Danone-AQUA di Indonesia yang berdiri sejak tahun 2012 di atas area seluas 8,9 hektar. Sebagai implementasi dari komitmen implementasi operasional perusahaan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, Danone-AQUA menerapkan prinsip Blue Operations yang berfokus pada lima area, yaitu #BijakBerplastik, Efisiensi Air, Efisiensi Energi, Blue In (edukasi keberlanjutan pada karyawan), dan Blue Out (edukasi keberlanjutan pada masyarakat sekitar). 

Selain itu, sejak 2017, Pabrik AQUA Ciherang juga telah menggunakan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap sebagai sumber listrik dengan mengoptimalkan atap pabrik dimana inisiatif ini mampu menghasilkan energi sebesar 770 kWp atau setara dengan 885.000 kWh dalam satu tahun. 

Baca juga: SPKS Bentuk Wadah Dukung Kesejahteraan Petani dan Konservasi Hutan

Pada kesempatan yang sama, Joko Prasojo, Kepala Pabrik AQUA Ciherang, menegaskan pihaknya melakukan serangkaian upaya untuk melindungi kealamian ekosistem di sekitar sumber air sekaligus memastikan proses produksi secara higienis dan terjaga.

"Kami juga berupaya untuk memastikan operasional perusahaan dilakukan secara efisien misalnya dengan terus menekan lepasan karbon dan mengurangi emisi gas rumah kaca, pemanfaatan energi yang terbarukan melalui PLTS Atap, menggunakan air secara efisien, hingga melakukan berbagai upaya pengelolaan sampah," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama Head of Climate and Stewardship Danone Indonesia Ratih Anggraeni menyampaikan pihaknya mengembangkan konservasi air di seluruh wilayah operasional dengan pendekatan sumber daya air terpadu dari hulu ke hilir, sehingga kelestarian air dan lingkungan tetap terjaga. 

"Pabrik Ciherang juga sudah mengembangkan berbagai program konservasi air yang secara konsisten dilakukan untuk menjaga keberlanjutan air di sub-Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane Hulu. Di wilayah hulu atau daerah tangkapan air, beberapa program dikembangkan untuk meresapkan lebih banyak air ke dalam tanah, diantaranya dengan menanam hingga lebih dari 45.000 pohon, kolam air (water pond), membangun 68 unit sumur resapan, membuat 9.000 lubang biopori sebagai tempat resapan air, dan 784 rorak. Selain itu, di area fasilitas produksi, kami juga membangun instalasi Panen Air Hujan (PAH) skala besar,” jelasnya.

Pemberdayaan di wilayah hulu dilanjutkan ke wilayah tengah agar masyarakat yang tinggal disekitarnya dapat melakukan pengelolaan lingkungan melalui kegiatan pengelolaan sampah dan pengembangan ekowisata river tubing. 

Kemudian, pemberdayaan ini dilanjutkan di wilayah hilir, yaitu dengan pengembangan Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) seluas 3,8 ha yang mana didalamnya terdapat 158 jenis flora, 3101 pohon dan memiliki indeks Kehati sebesar 4.57. 

Masyarakat juga diberi pendidikan lingkungan melalui pembangunan Kawasan Edukasi Konservasi berbasis masyarakat dan dpastikan warga di sekitar pabrik mengalami peningkatan kesejahteraan melalui program-program pemberdayaan masyarakat berfokus ke kegiatan ekonomi.

Salah satu program yang juga dijalankan AQUA adalah program pemberdayaan masyarakat, Mumule Ciherang di Desa Ciburuy yang mana 60% mata pencaharian warga masyarakat desa tersebut adalah petani dan 40% berada di sektor jasa, wirausaha, pedagang, buruh harian lepas dan lain sebagainya dengan taraf ekonomi masyarakat yang tergolong rendah. 

Melalui program Mumule, AQUA bekerja sama dengan komunitas masyarakat dan Karang Taruna membentuk berbagai macam kegiatan UMKM seperti, UMKM Sablon, UMKM Jamur Tiram, Ciburuy Cerdas, Ciburuy Adventure Plus, UMKM Kanvas rem, UMKM Strapping Band, serta penyediaan fasilitas kegiatan UMKM Traping Band. Segala keberhasilan ini juga memberikan manfaat lain pada pengembangan ekonomi wisata melalui “Sadaya Kopi” yang berada di kawasan meeting point wisata Papalidan/river tubing Ciburuy sebagai salah satu bentuk sumber pendapatan masyarakat sekitar.

Sebagai bentuk kepedulian kepada kesehatan masyarakat setempat, dikembangkan juga program peningkatan akses air bersih dan penyehatan lingkungan/WASH (Water Access Sanitation and Hygiene) di 11 titik di wilayah Kabupaten Bogor dan telah menjangkau hingga lebih dari 6.000 jiwa. (H-2)

BERITA TERKAIT