06 June 2023, 15:23 WIB

Cuaca Mekah Panas, Ini Imbauan untuk Jemaah Haji Indonesia


Windy Dyah Indriantari | Humaniora

Pexels
 Pexels
Ilustrasi

JEMAAH haji Indonesia disambut dengan cuaca panas saat tiba di Mekah Al-Mukarramah. Suhu rata-rata di kota kelahiran Nabi Muhammad SAW ini berkisar antara 30-45 derajat celsius.

Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jemaah untuk menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri dalam menjalankan ibadah sunah atau program ziarah.

“Cuaca di Mekah sangat panas. Jemaah diimbau menjaga kesehatan, tidak memaksakan diri dalam beribadah sunnah, dan laksanakan ibadah haji sesuai kemampuan diri,” terang Ketua PPIH Arab Saudi 1444 H/2023 M, Subhan Cholid di Mekah, Selasa (6/6).

Baca juga : Kemenko PMK Evaluasi Persiapan Pelaksanaan Haji

Fase kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama dari Madinah ke Mekah berlangsung sejak 1 Juni 2023. Sejak hari pertama pemberangkatan hingga penghujung hari ke-6 ini, total tidak kurang dari 34 ribu jemaah berpindah ke Mekah. Para jemaah haji tersrbut terbagi dalam 87 kloter.

Jemaah haji Indonesia gelombang kedua akan mulai diberangkatkan dari Tanah Air pada 8 Juni 2023. Mereka akan mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah untuk selanjutnya diberangkatkan menuju Mekah Al-Mukarramah dwngan waktu tempih sekitar 30 menit. Fase kedatangan jemaah haji gelombang kedua di Makkah akan berlangsung dari 8 – 22 Juni 2023.

Baca juga : Pengertian Tahallul dalam Ibadah Haji, Makna, dan Tata Cara

 

Suhu rata-rata Mekah, kota kelahiran Nabi Muhammad SAW, saat ini berkisar antara 30-45 derajat celsius. (Dok.MCH 2023)

 

Berikut imbauan dari PPIH Arab Saudi untuk jemaah haji Indonesia:

Tujuan utama jemaah adalah menunaikan ibadah haji. Mengingat cuaca di Kota Mekah sangat panas, jemaah haji Indonesia diimbau:

a. Tetap menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh;

b. Tidak memaksakan diri untuk melaksanakan ibadah sunnah, ziyarah, dan kegiatan lain yang akan menguras tenaga;

c. Beribadah sesuai kemampuan diri sehingga pelaksanaan ibadah haji, terutama pada masa Arafah, Muzdalifah, dan Mina dapat berjalan dengan baik dan lancar. (Z-4)

 

BERITA TERKAIT