28 May 2023, 18:50 WIB

BNPB Siapkan Teknologi Modifikasi Cuaca Kurangi Potensi Kekeringan Akibat El Nino


Despian Nurhidayat | Humaniora

Dok BPBD Sulsel
 Dok BPBD Sulsel
Ilustrasi persiapan modifikasi cuaca

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi pada semester dua 2023 ada peluang terjadinya El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat. 

Kondisi itu berpotensi menyebabkan kekeringan di beberapa wilayah Indonesia. Pada periode itu juga dikatakan Indonesia sedang masuk musim kemarau.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, musim kemarau akan membawa dua potensi dampak bencana, yaitu bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.

Baca juga : Darurat Bencana Asap, Modifikasi Cuaca di Kalbar Dilakukan 15 hari

"Kekeringan akan membawa dampak gagal panen bagi pertanian dan kesulitan air bersih di daerah-daerah yang kering," ungkapnya kepada Media Indonesia, Minggu (28/5).

Untuk mengantisipasi kekeringan, BNPB, BMKG, Badan Riset dan Inovasi Nasional, dan TNI AU dikatakan melakukan upaya mitigasi dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mengisi embung, danau serta waduk-waduk yang dikhawatirkan akan kering saat puncak kemarau.

Baca juga : Siaga Darurat Bencana Asap Kalbar, BNPB Kerahkan Satu Pesawat TMC

"TMC untuk pengisian waduk ini sudah berjalan dari Maret dan akan terus berjalan dengan memperhatikan prakiraan datang kemarau dan sisa awan hunan dari BMKG. Kita harapkan upaya ini akan bisa mengurangi potensi kesulitan air saat kemarau," tandas Suharyanto. (Z-5)

BERITA TERKAIT