07 February 2023, 15:10 WIB

KPAI: Lindungi Identitas Anak Korban Pelecehan


Naufal Zuhdi | Humaniora

MI/ROMMY PUJIANTO
 MI/ROMMY PUJIANTO
Wakil Ketua KPAI Jasra Putra 

KASUS pelecehan terhadap anak-anak terjadi di Jambi. Saat ini P2TP2A Provinsi Jambi sudah mendampingi 17 anak yang mengalami kejahatan seksual yang dilakukan oleh ibu muda.

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra mengatakan bahwa hal yang harus dilakukan adalah melakukan asesmen terhadap situasi yang dialami oleh anak-anak tersebut.

"Langkah yang seharusnya dilakukan yang pertama tentu dari 17 anak ini harus dilakukan asesmen terkait situasi yang dialami oleh anak, karena ada juga misalnya mereka diminta menonton hubungan badan yang dilakukan oleh suami istri," ucap Jasra saat dihubungi pada Selasa (7/2).

Baca juga: BMKG: Gempa Banten Tidak Berpotensi Tsunami

"Berarti mereka melihat langsung situasi keterpaparan pornoaksi yang tentu bisa merusak dan keterpaparan pornografi bisa merusak tumbuh kembang anak, terutama di usia mereka yang belum pas untuk menyaksikan video atau aksi pornografi yang akan berdampak buruk apda anak dan bahkan bisa trauma, susah tidur, terbayang dengan kasus tersebut," lanjut dia.

Tidak hanya menonton adegan pornoaksi yang dilakukan oleh pelaku, anak-anak yang menjadi korban juga diminta untuk memegang payudara dan alat vital pelaku.

"Anak-anak tersebut pasti trauma, tapi kita lihat dulu sejauh mana tingkat traumatisnya yang nanti akan didampingi oleh psikolog," ujarnya.

Selanjutnya, Jasra menegaskan untuk memastikan jangan sampai identitas anak terekspos.

"Mulai dari alamat, wajah, dan seterusnya, karena tentu ini akan berdampak buruk pada situasi yang dialami oleh anak, bisa jadi terjadi perundungan oleh keluarga pelaku atau teman-teman di sekolahnya. Kita berharap pada pihak kepolisian dan pendamping hukum anak jangan sampai identitas anak ini terekspos," tutur Jasra.

Lalu hal lain yang perlu dilakukan menurut dia adalah melakukan pendampingan dari sisi keagamaan, karena anak-anak di usia seperti mereka yang menjadi penguatan keagamaan perlu diperkuat. (H-3)

BERITA TERKAIT