08 December 2022, 14:08 WIB

Cegah Efek Lebih Lanjut, Saat Nyeri Tulang Segera Periksa ke Dokter Ortopedi


Eni Kartinah | Humaniora

Ist
 Ist
ALTY Orthopaedic Hospital menggelar Health Talk tentang tulang dan sendi di Kuala Lumpur, Malaysia.

ALTY Orthopaedic Hospital adalah rumah sakit spesialis ortopedi pertama di Malaysia yang terus berkomitmen meningkatkan kesadaran masyarakat Malaysia dan Indonesia akan kesehatan tulang.

Pada acara health talk, Kamis (8/12), konsultanb bedah ortopedi, tulang belakang & trauma, Dr.Lim Sze Wei, dan konsultan bedah ortopedi, artroplasti & olahraga, Dato Badrul Shah Badaruddin menyoroti pentingnya menjaga kesehatan tulang sejak dini untuk mencegah penyakit kronis jangka panjang dan bahkan sampai masa penuaan terjadi.

Kedua konsultan ortopedi tersebut juga mendorong lebih banyak orang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan tulang yang memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi tanda-tanda awal kondisi seperti radang sendi dan osteoporosis.

Mereka lebih lanjut menganjurkan agar penderita nyeri baik di tulang belakang maupun persendian segera menemui dokter spesialis ortopedi untuk mencegah nyeri lebih lanjut dan efek jangka panjang yang mungkin menimpa mereka di usia tua. 

“Untuk memastikan kesehatan tulang yang baik, penting untuk sering berolahraga dan menjaga nutrisi yang baik.  Tanpa ini, sendi dan tulang belakang kita yang merupakan struktur penting dari tubuh kita, bisa terpengaruh," kata Dato Badrul Shah Badaruddin.

Sepanjang tahun 2022, ALTY Orthopaedic Hospital terus berusaha meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan tulang melalui serangkaian kegiatan di Malaysia dan Indonesia, termasuk pemeriksaan postur tubuh di berbagai negara, bincang kesehatan, dan inisiatif keterlibatan publik.

Baca juga: Osteoporosis Biasanya Baru Disadari Setelah Ada Patah Tulang

Terletak di sepanjang Jalan Ampang di jantung Kuala Lumpur, ALTY yang merupakan singkatan dari 'Adding Life to Years', memiliki tim medis yang kuat, terdiri dari hampir 150 personel yang menyediakan perawatan ortopedi dan terfokus pada tulang dan sendi.

ALTY juga memiliki delapan ahli bedah (founding doctor) yang berdedikasi untuk memberikan perhatian dan perawatan yang tepat kepada setiap pasien.

ALTY Orthopaedic Hospital akan memiliki kapasitas penuh 44 tempat tidur, termasuk 5 HDU (High Dependency Unit) dan 1 ICU (Intensive Care Unit).

Perawatan dan terapi khusus yang ditawarkan oleh tim yang sangat berpengalaman di ALTY antara lain Endoscopic Spine Surgery, Robotic-Assisted Orthopaedic Surgeries, Sports Surgery, operasi penggantian lutut total, serta penggantian panggul total.

Menjadi rumah sakit spesialistik ortopedi yang pertama, ALTY menekankan pentingnya diagnosis dalam memastikan bahwa pasien menerima perawatan dan terapi paling efektif yang sesuai dengan kondisi mereka.

Rumah sakit secara resmi dibuka pada bulan Juli 2022 dan sudah mampu melayani pasien dari luar negeri dengan sangat baik.

ALTY menjadi pionir dan pertama kali yang memiliki sistem pencitraan canggih (imaging system), yaitu ESAOTE tilting MRI, d imana pasien diposisikan terlentang (berbaring) atau menahan beban (berdiri), dan dapat berputar dari 0 hingga hampir 90 derajat.

Alat ini membantu dokter untuk menganalisis keluhan/gejala dengan akurat, dan menghasilkan penanganan yang tepat dan maksimal.

Alat mutakhir lainnya yang tersedia di ALTY adalah EOS Imaging System (2D dan 3D X-Ray), yang memiliki paparan radiasi 50% hingga 85% lebih rendah dibandingkan dengan sistem sinar-X yang biasa digunakan.

EOS dapat menangkap gambaran seluruh tubuh untuk menghasilkan diagnosis yang lebih akurat, dan membantu dokter untuk memantau setiap perbaikan kondisi pasien.

Selain itu radiasi yang rendah juga lebih aman untuk anak-anak yang mengalami gangguan tulang belakang seperti skoliosis yang membutuhkan serangkaian pemeriksaan diagnostik x-ray.

ALTY juga menggunakan CIOS Spin dari Siemens yang menawarkan kontrol kualitas intraoperatif yang tepat berdasarkan teknologi 3D khusus, menawarkan metode radiasi dosis rendah, non-invasif yang cepat.

 Selain teknologi pencitraan canggih, tim medis di ALTY yang berpengalaman dan terampil, menerapkan protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) yang memperhatikan detail proses dari sebelum, selama, hingga setelah operasi.

Prosedur ini dapat secara efektif mempersingkat lama rawat inap, sehingga pemulihan pun lebih cepat, sekaligus meningkatkan hasil klinis dan pengalaman pasien secara keseluruhan.

Pasien yang menjalani operasi pada persendian, lutut, atau pinggul dapat pulang dari rumah sakit dalam waktu tiga sampai lima hari, dan rata-rata enam hari setelah operasi skoliosis.

Untuk informasi lebih lanjut tentang ALTY dalam meningkatkan kesadaran akan kesehatan tulang, kunjungi halaman Facebook kami atau www.altyortho.com. (Nik/OL-09)

 

 

BERITA TERKAIT