06 December 2022, 16:43 WIB

PGRI Ajak Para Guru dan Pendidik Bangkit Pulihkan Pendidikan


mediaindonesia.com | Humaniora

ANTARA/Aji Styawan
 ANTARA/Aji Styawan
Sejumlah guru menghadiri Puncak Peringatan HUT Ke-77 PGRI dan Hari Guru Nasional di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (3/12).

KETUA Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi mengajak para guru maupun dosen serta tenaga kependidikan untuk bangkit memulihkan pendidikan.

"PGRI mengajak seluruh guru, dosen, pendidik, dan tenaga kependidikan untuk bangkit bersama memulihkan pendidikan, memajukan Indonesia yang kita cintai agar lebih kuat di masa depan. Kami berkomitmen untuk menjadi bagian penting dalam pembaruan dan kemajuan Bangsa Indonesia," ujar Unifah memberi sambutan secara daring pada Puncak Peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (3/12).
 
Unifah mengatakan, teknologi yang berkembang amat pesat perlu diiringi dengan kreativitas dan inovasi sehingga para guru relevan dengan kebutuhan siswa dan kehadirannya selalu dinantikan siswa.
 
Peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional tersebut mengusung tema 'Guru Bangkit Pulihkan Pendidikan: Indonesia Kuat, Indonesia
Maju'.

Dia menambahkan, PGRI sebagai kekuatan moral intelektual merupakan rumah besar bagi guru, pendidik, dan tenaga kependidikan tanpa
membeda-bedakan status guru negeri maupun guru swasta, honorer atau guru tetap, berada di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi maupun Kementerian Agama, baik yang sudah tersertifikasi atau belum.
 
"Melalui kesempatan ini, saya juga menitipkan para guru kepada para pemimpin saat ini maupun yang akan datang untuk tetap berpihak pada guru," kata Unifah dalam keterangan yang diterima, Selasa (6/12).


Baca juga: Program Sekolah Berhati Binaan Sinar Mas Land Raih ISDA


Peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional itu juga dimeriahkan dengan sejumlah lomba bersifat akademik dan hiburan, aktivitas sosial, olahraga dan seni, hingga kegiatan yang unik-unik dengan didukung oleh pemerintah daerah masing-masing.
 
"Untuk itu, mulai tahun ini kami sepakat untuk menjadikan November sebagai Bulan Bhakti Guru," kata Unifah lagi.

Unifah menambahkan, pada HUT ke-77 PGRI kali ini para guru menitipkan dua pesan penting kepada organisasi beranggotakan 3 juta guru tersebut. Guru berpesan agar PGRI memperjuangkan status dan  kesejahteraan para pendidik di seluruh Indonesia.
 
"Ada dua hal, para guru selalu menitipkan pesan pada kami untuk memeperjuangkan status mereka. Masalah kesejahteraan juga yang hari ini belum pasti," terangnya.

Namun di sisi lain, PGRI juga terus mendorong para guru untuk makin meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik.

"Sehingga ada dua hal, keluar maupun ke dalam, kita terus bersama-sama. Kita juga ajak guru-guru milenial untuk membantu melatih guru-guru yang lebih senior, dengan demikian kita tidak harus menunggu biaya pemerintah. Apalagi saat ini kita bisa melakukannya dengan online dan sebagainya," ujarnya.

Terkait status kepegawaian, PGRI selalu menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan, utamanya para guru honorer. "Semoga pemerintah semakin baik pertumbuhan ekonominya. Sehingga dampaknya pun bisa sampai pada para guru," terang Unifah. (Ant/OL-16)

BERITA TERKAIT