05 December 2022, 13:04 WIB

Gelar Pameran Lukisan Tunggal, Muhammad Salman Farisyi Bagikan Inspirasi dan Makna Hidup


Mediaindonesia.com | Humaniora

Dok. Pribadi
 Dok. Pribadi
Pembukaan pameran lukisan Blossoming Ability A Solo Exhibition by Autism Spectrum Rising Star karya M Salman Farisyi

YAYASAN Danuraja Kreasi Indonesia, msalman_gallery, dan Outsider Art Jakarta menggelar pameran lukisan bertajuk “Blossoming Ability A Solo Exhibition by Autism Spectrum Rising Star” and "The Appreciation and Achievement in Wellness Transformation featuring Muhammad Salman Farisyi" di Hotel Grand Sahid Jaya, 3-11 Desember 2022.

Sebanyak 47 karya lukisan Salman yang terinspirasi dari keindahan bunga Sakura, dipamerkan dalam eksibisi yang juga jadi ajang lelang lukisan tersebut.

Ketua Yayasan Danuraja Kreasi Indonesia Zein Kamal mengakui kemampuan Salman dalam melukis luar biasa. Hal itu pun dibuktikan dengan banyaknya tayangan dan tanda suka yang dibagikan warganet saat ia menggelar survei untuk menggelar pameran tersebut di kanal instagram @zeinkamal.official

"Yang melihat karya Salman dalam survei di media sosial pribadi saya mencapai 22 ribu, dan paling banyak dipilih dengan 3.616 suara. Jadi secara sains terbuktikan oleh survei, di sisi lain secara soul dan brain, karya Salman itu seperti memiliki makna tersendiri, seperti sebuah cahaya," katanya di sela pembukaan pameran tersebut.

Untuk memudahkan pengunjung, lukisan dalam pameran tersebut juga dilengkapi dengan barcode khusus yang bisa dipindai untuk mengetahui lebih jauh mengenai lukisan dan harganya.

Ayah Salman, Sofwan Farisyi mengungkapkan, bakat melukis Salman terlihat saat menjalani terapi untuk melatih fokusnya. Sebelum fokus melukis, Salman disuguhi berbagai kegiatan, seperti musik, olahraga, dan lainnya.

"Dari situlah kami berikan latihan fokus pada Salman melalui lukisan. Setelah 1-2 kali saya lihat, lama-lama perpaduan warnanya memang bagus. Kurang lebih dalam satu tahun bakat melukis Salman sudah terlihat hasilnya," ujar Sofwan.

Bakat melukis Salman pun makin terlihat saat menemani sang nenek di rumah sakit. Saat berada disana, di kamar rumah sakit terlihat pohon-pohon, dari situlah Salman sering memandanginya dan menuangkan ke dalam lukisan.

Bakat melukis Salman pun semakin diakui banyak pihak, hingga ia berkesempatan menuangkan lukisannya pada sejumlah ajang khusus, seperti melukis pada mobil mewah Porsche Taycan, melukis untuk TransJakarta, hingga telah memiliki galeri lukis sendiri di bilangan Jakarta Selatan.

Baca juga : Kebaya Bisa Diterima Dunia untuk Diapresiasi

Sofwan memberikan tips bagi orang tua lain yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, fase denial pasti dialami, namun setelah itu orang tua harus melihat bahwa anak mereka merupakan golongan anak-anak spesial.

"Pertama ya disyukuri karena dipercaya sama Tuhan karena diberi sesuatu yang unik. Kedua coba dicari kelebihannya karena itu pasti ada, karena nantinya itu bisa menjadi bekal hidup dia," kata Sofwan.

Guru melukis Salman, Timotius Suwarsito mengatakan, mendampingi Salman atau berkebutuhan khusus lain, ia ibaratkan seperti bertemu teman lama. Bukan menggurui, tapi lebih seperti melukis bersama.

"Jadi kaya melukis bareng, nanti saya ikutin apa yang di mau, nanti saya masukin teknik yang saya bisa. Jadi lebih coba mengerti bagaimana suasana hatinya, jadi buat saya hampir tidak ada kesulitan," katanya.

"Saya meyakini bahwa karya Salman memang bagus. Fokusnya adalah tidak terburu-buru ganti gaya, dan meyakinkan bahwa Salman telah menemukan jalannya, menemukan hal yang mengasyikkan baginya yakni melukis, tinggal nantinya terus berkarya dan membuat karya yang konsisten," tuturnya.

Selain pameran lukisan karya Salman, di ajang tersebut juga terdapat juga beberapa kegiatan lainnya, seperti lelang lukisan, walk together saat Car Free Day, talkshow, bazaar official merchandise Salman, musik performance oleh Tito Soemarsono dan dari Salman sendiri.

Lukisan Salman menurut Dewan Pembina Yayasan Danuraja Kreasi Indonesia, Raden Mas Prasetyo Boogie Tedjowinoto, memberikan banyak pelajaran hidup. Salah satunya ialah kolaborasi yang dinilainya bisa memecahkan berbagai macam persoalan.

"Saya harapkan kepada keluarga lainnya yang juga memiliki anak gifted (berkebutuhan khusus), untuk berani menjalin kolaborasi Jangan takut untuk berkolaborasi dengan siapapun, karena pembelajarannya bisa kita dapatkan," pungkasnya. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT