02 December 2022, 22:59 WIB

BPJS Kesehatan Ingin Masyarakat Teredukasi Soal Layanan Kesehatan


Dinda Shabrina | Humaniora

MI/ Moh Irfan
 MI/ Moh Irfan
Direktur Utama Media Indonesia Gaudensius Suhardi (kanan) dan Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti (kiri).

MASYARAKAT sangat membutuhkan edukasi terkait layanan kesehatan yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Untuk itu, diharapkan ada perantara yang dapat menyampaikan program dan layanan BPJS kesehatan kepada masyarakat, salah satunya media massa. 

Hal itu diungkapkan Direktur BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti saat pertemuan dengan Media Indonesia, Jumat (2/11). "Salah satu hal yang luar biasa untuk kita bisa bekerja sama dengan beberapa pihak termasuk Media Indonesia. Ini merupakan hal yang cukup menggembirakan dan memang kita perlukan untuk mendidik dan memberi edukasi masyarakat," kata Ghufron.

Ia menjelaskan, sebagai badan pelayanan publik, BPJS menyadari bahwa tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang berkualitas semakin tinggi. Kondisi tersebut, kata dia, harus bisa disiasati dengan memanfaatkan teknologi sebagai salah satu peluang untuk memberikan pelayanan yang cepat dan mudah.

Atas berbagai inisiasi dan inovasi yang dilakukan BPJS Kesehatan, Ghufron menyampaikan institusinya berhasil terpilih menjadi Indonesian Best Brand Award (IBBA) Tahun 2022 kategori Asuransi Kesehatan dengan predikat Platinum yang diselenggarakan oleh Majalah SWA dan MARS. Penghargaan tersebut diperoleh karena BPJS Kesehatan dinilai berhasil menjaga sustainabilitas penyelanggaraan Program JKN di masa pandemi hingga menciptakan inovasi berbasis teknologi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Saat ini, BPJS Kesehatan berupaya untuk memperkuat digitalisasi layanan. Di era perkembangan teknologi informasi, BPJS Kesehatan harus bisa menjawab kebutuhan masyarakat dengan menghadirkan pelayanan berbasis digital untuk mempermudah akses peserta tanpa adanya kendala,” ungkap Ghufron.

“Intinya kita sekarang ada enam fokus, tapi yang paling ingin kita tekankan yaitu peningkatan mutu layanan dengan berbagai macam inovasi. Bagaimana meningkatkan mutu itu dengan kolaborasi. Jadi memang kita butuh banyaknya ide inovasi ini bisa termanage dengan baik,” imbuhnya.

Senada, Direktur Utama Media Indonesia Gaudensius Suhardi mengatakan di era saat ini kolaborasi amat diperlukan, terutama untuk menyebarkan ilmu pengetahuan.

“Media Indonesia telah berhasil menjalin kerjasama dengan berbagai institusi pendidikan IPB, UGM, NU, Muhammadiyah untuk membagikan ilmu pengetahuannya lewat tulisan opini, tradisi lisan. Kami mengajak BPJS juga turut menyumbangkan pengetahuan yang berguna, terutama soal layanan kesehatan,” ujar Gaudens. (OL-15)

BERITA TERKAIT