01 December 2022, 10:40 WIB

14.490 Rumah Rusak Akibat Gempa di Cianjur akan Direhabilitasi


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

AFP
 AFP
Seorang warga melihat rumah yang hancur akibat gempa di wilayah Cianjur, Jawa Barat. 

Sebanyak 14.490 rumah yang terdata kerusakannya dan telah diverifikasi oleh BNPB akan dilakukan rekontruksi pascagempa Cianjur Jawa Barat.

"Data dikunci sementara. Biar tidak tumpang tindih data akan difinalisasi jadi ini kita anggap sebagai batch 1. Sudah kita tutup nanti kemudian kita lanjutkan batch 2," kata Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangannya, Kamis (1/12).

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa penanganan bencana sudah semakin terorganisasi dengan baik. Dari segi bantuan tenda, sandang, pangan, dan logistik juga sudah dapat diberikan sampai ke tempat-tempat yang terisolasi.

"Kendala dan kekurangan pada hari awal gempa sudah bisa diatasi termasuk mereka yang tinggal di daerah terisolasi sudah bisa dijangkau sudah bisa mendapatkan bantuan dari posko pusat. Sekarang ini sudah berjalan dengan baik," ujar Muhadjir.

Setelah penanganan bencana telah berlangsung baik, Ia mengarahkan agar penanganan bencana segera beralih ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. "Hal itu sesuai dengan arahan Presiden supaya bisa mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi," katanya.

Diketahui masa darurat bencana setelah gempa ditambah 3 hari, yang seharusnya sudah usai Kemarin (30/11). Lantaran ada laporan tambahan 8 orang hilang yang kemungkinan masih tertimbun longsor.

Dengan adanya laporan baru hilangnya 8 orang tersebut maka jumlah korban bertambah menjadi 13 orang, sehingga total keseluruhan dari bencana tersebut berjumlah 327 orang. "Memang saya tadi menyetujui untuk diperpanjang. Karena memang masih ada korban diduga yang belum bisa diketemukan, selain ada tambahan laporan dari warga yang nanti masih harus diverifikasi," pungkasnya. (OL-12)

BERITA TERKAIT