30 November 2022, 23:08 WIB

KPI Dukung Pelaksanaan ASO Tahap II


Ant | Humaniora

Antara
 Antara
Seorang panitia melintas di dekat layar siaran televisi analog yang telah dihentikan

KOMISIONER Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Mohammad Reza menyambut baik pelaksanaan analog switch off (ASO) tahap II pada 2 Desember 2022. Ia berharap tidak ada lagi pengunduran.

Diketahui, pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika merencanakan pelaksanaan ASO tahap II pada 2 Desember 2022.

Tanggal tersebut ditetapkan setelah memperhatikan usulan dari penyelenggara MUX (multifleksing) dan TV Induk Jaringan Non Multipleksing dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Siaran Digital dan Ketersediaan STB, Selasa (29/11).

"Kemarin sudah rapat koordinasi dengan semua stakeholder termasuk KPI Pusat dan Daerah. Sesuai masukan penyelenggara MUX dan tv swasta non MUX, maka 2 Desember disampaikan oleh Kemenkominfo untuk tahap II," kata Reza, Rabu (30/11).

Adapun wilayah-wilayah yang akan melaksanakan ASO tahap II ini antara lain Kota Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang dan Batam.

Reza mengatakan, sesuai data yang disampaikan pada pertemuan tersebut, untuk wilayah Bandung, Yogyakarta, dan Solo, distribusi bantuan set top box (STB) sudah 98 persen.

Sementara bantuan STB di Batam dan Semarang sudah 100 persen. "Jadi harusnya ini bisa dilakukan ASO," ujarnya. 

Reza mengakui pelaksanaan ASO harus dilakukan secara bertahap lantaran adanya kendala dalam pendistribusian bantuan STB.

Untuk itu, pihaknya mengingatkan kepada penyelenggara MUX agar memperhatikan dan segera menyelesaikan komitmen mereka untuk mendistribusikan STB gratis kepada warga penerima bantuan.

Selain itu, Reza juga mendorong agar Kementerian Kominfo bisa bersikap lebih tegas kepada para penyelenggara MUX agar mereka melaksanakan komitmen tersebut.

"Kami minta Kominfo tegas meminta komitmen ini dilaksanakan, agar ASO bisa segera berjalan di semua layanan siaran. Kami juga menyampaikan kepada Gabungan Pengusaha Elektronik untuk memperhatikan ketersediaan STB di pasaran dengan harga yang wajar," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT