30 November 2022, 22:51 WIB

Stigma Negatif Masih Melekat pada ODHIV


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

Antara
 Antara
Relawan menyalakan lampu dalam malam renungan Hari AIDS Sedunia.

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menyatakan bahwa masih ada diskriminasi dalam pelayanan pasien Human Immunodeficiency Virus (HIV).

"Masih ada yang menganggap ini (HIV/AIDS) kutukan. Padahal, ini penyakit infeksi asal yang pasien positif berobat," ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Imran Pambudi secara daring, Rabu (30/11).

Lalu, masih ada cap Orang dengan HIV (ODHIV) memiliki perilaku nakal, juga masih ada. Padahal, penularan HIV bisa terjadi dengan berbagai cara. Mulai dari penggunaan jarum suntik yang tidak aman, transfusi tidak aman, hubungan seksual tidak aman dan penularan dari ibu.

Baca juga: Banyak ODHIV belum Menjalani Terapi ARV

"Apalagi anak yang terkena dari ibunya, sangat tidak adil bila mendapatkan perilaku diskriminatif di tengah masyarakat," imbuh Imran.

Direktur Yayasan Sentra Advokasi Perempuan, Difabel dan Anak (SAPDA) Nurul Saadah Andriani menjelaskan banyak penyandang disabilitas yang juga mengidap HIV, sehingga mendapatkan stigma negatif.

"Stigmanya negatif, semakin dijauhi, bahkan mereka sering disalahkan atas ketidaktahuan mereka. Lingkungan sosial mereka semakin tertutup," kata Nurul.

Baca juga: Menkes: Kejar Pengendalian HIV/AIDS-TBC dan Malaria hingga 2024

Semakin miris, ketika mereka tidak mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan, termasuk pelayanan kesehatan. "Mereka terpapar bisa jadi karena melakukan hubungan seksual yang tidak aman. Teman-teman kami juga sering menjadi korban kekerasan seksual," sambungnya.

Adapun stigma negatif juga sering diarahkan pada anak. PZ, 42, menceritakan bahwa anak dengan status ODHIV sering kali mendapatkan perundungan oleh teman-teman sebaya, karena lingkungannya belum teredukasi.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT