27 November 2022, 16:21 WIB

Antisipasi Ancaman Bencana Alam, Rerie: Tingkatkan Literasi Masyarakat


mediaindonesia.com | Humaniora

Antara
 Antara
Warga menyelamatkan barang pascabencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

UPAYA peningkatan kewaspadaan terhadap bencana alam harus mengedepankan peningkatan pemahaman masyarakat terkait cara menyikapi sejumlah ancaman bencana di lingkungan.

"Potensi bencana di kawasan pemukiman dan bagaimana cara menghindari korban jiwa harus benar-benar dipahami oleh masyarakat, yang tinggal di kawasan rawan bencana," ujar Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dalam keterangannya, Minggu (27/11). 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa cuaca ekstrem pada musim hujan 2022 akan terjadi hingga April 2023 di Indonesia. Perkiraan ancaman gempa bumi di sejumlah daerah pun dikemukakan kalangan peneliti. 

Baca juga: KPAI Minta Pengawasan Korban Gempa Cianjur Anak-Anak Dilakukan Terpilah

Belum lagi, peningkatan aktivitas sejumlah gunung berapi di Tanah Air yang terjadi beberapa bulan terakhir.  Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), selama 1 Januari–18 Oktober 2022 telah terjadi 2.860 peristiwa bencana alam di Indonesia.

Adapun jumlah korban yang terdampak 3,59 juta orang. Sebanyak 3,59 juta orang atau 99,97% dari total korban terdampak kini berstatus menderita dan mengungsi. 

Menurut Lestari, berbagai ancaman bencana alam harus benar-benar dipahami oleh masyarakat. Khususnya, yang bertempat tinggal di kawasan yang rawan bencana. 

Setiap daerah seyogianya sudah memetakan zona rawan bencana di wilayah. Sehingga, tata ruang daerah harus segera disesuaikan dengan hasil pemetaan tersebut. Literasi tentang kebencanaan juga harus menjadi pemahaman masyarakat di kawasan rawan bencana. 

Baca juga: Polri Gunakan Motor Trail untuk Salurkan Bantuan Gempa Cianjur

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem berpendapat jika masyarakat terpaksa bermukim di kawasan rawan bencana, sejumlah upaya adaptasi bisa segera diwujudkan. Dalam hal ini, untuk menghindari munculnya korban, apabila bencana terjadi. 

Menurut Rerie, sapaan akrabnya, mengedepankan sejumlah kearifan lokal yang berkembang secara turun temurun dalam upaya mencegah dan menyikapi bencana alam di sejumlah daerah, merupakan pilihan yang bijak. 

"Sejumlah langkah evaluasi pasca-terjadinya bencana alam, harus benar-benar direalisasikan dengan berbagai upaya strategis, agar kerugian dan korban tidak terulang kembali," paparnya.(RO/OL-11) 

 

 

BERITA TERKAIT