21 November 2022, 22:05 WIB

Sekolah Tinggi Manajemen PPM Bekali Pengelola Sampah agar Inovatif


mediaindonesia.com | Humaniora

Ist
 Ist
Acara puncak Business Pitching dan Awarding yang dihadiri semua tim, dosen dan mahasiswa di Kampus STM PPM, Jakarta, Senin (21/11). 

DOSEN Sekolah Tinggi Manajemen PPM (STM PPM) meraih hibah pendanaan matching fund Kedaireka 2022 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) lewat platform Kedaireka. 

Tim dosen STM PPM itu berhasil memperoleh pendanaan Rp501,5 juta atas program matching fund untuk tahun anggaran 2022 pada gelombang ke-5 bertema "Pelatihan dan Pendampingan Model Bisnis bagi Bank Sampah dan TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle) dalam Mewujudkan Kemandirian Melalui Penerapan Konsep Circular Economy".

Dosen Tim Hibah Matching Fund Kedaireka STM PPM itu terdiri dari Dr Aprihatiningrum Hidayati MM sebagai ketua tim.

Selanjutnya, anggota tim peneliti Prof Dr Andrianto Wijaya MM, Ronny Kontur PhD, Dr Joni Pangestu MM, Rike Penta Sitio MM, Anggun Pesona Intan Puspita MM, dan tenaga pendidik STM PPM Rosita Fitriyani SE.

Aprihatiningrum menjelaskan melalui program matching fund, STM PPM menggandeng WWF Indonesia yang juga berpengalaman dalam penanganan masalah pengelolaan sampah plastik sebagai implementasi konsep ekonomi sirkuler dan pembangunan berkelanjutan. 

"Kami sepakat dan berkomitmen dalam menyusun model bisnis pengelolaan sampah plastik bagi 20 lembaga binaan bank sampah dan TPS 3R di kota Jakarta dan Bogor dengan menerapkan konsep model bisnis sirkuler," kata Aprihatiningrum dalam keterangan, Senin (21/11).

Output kegiatan ini adalah dihasilkannya 10 produk inovatif dari bank sampah atau TPS3R yang mampu mentransformasi model bisnisnya yang semula masih linear menjadi sirkuler yaitu dengan menerapkan konsep ekonomi sirkuler sehingga dapat dicapai kemandirian secara ekonomi.

Ia melanjutkan STM PPM berkomitmen mengedukasi para pengelola sampah di lingkungan masyarakat agar kegiatan memilah dan mengolah sampah yang dilakukan selama ini tidak hanya menyelamatkan lingkungan dan bumi.

Pengelolaan sampah juga bisa mendatangkan manfaat secara ekonomi yaitu membuka lapangan kerja bagi banyak orang melalui penciptaan produk inovatif recycle dari sampah plastik yang memiliki nilai lebih secara ekonomi.

"Kegiatan ini kami gelar berupa pelatihan dan pendampingan selama 3 bulan (September-November 2022). Kegiatan dimulai dengan penyusunan modul pelatihan model bisnis berbasis ekonomi sirkuler, dilanjutkan pelatihan 10 sesi terkait model bisnis berbasis ekonomi sirkuler," terang Aprihatiningrum.

Baca juga: Pengertian Recycle dalam Pengelolaan Limbah dengan Sistem 3R

Setelah pelatihan, dilanjutkan pendampingan selama satu bulan dengan pertemuan progress action plan tiap 2 minggu sekali sehingga ada dua sesi pendampingan. "Tiap tim didampingi 1 dosen dan mahasiswa," ujarnya.

Kemudian dilanjutkan acara puncak yaitu business pitching dan awarding yang dihadiri semua tim, dosen dan mahasiswa, Senin (21/11). 

Para tamu undangan yakni Presiden IGCN, perwakilan Kemendikbudristek, angel investor, praktisi bisnis, komunitas dan mahasiswa.

Pada business pitching tersebut, terdapat 19 kelompok yang melakukan presentasi hasil pelatihan serta pendampingan model bisnis sirkuler.

Materi presentasi yang ditampilkan masing-masing tim di acara puncak ditujukan untuk rencana masa mendatang yaitu 2023 sehingga strategi bisnis betul bisa dijadikan panduan dalam menjalankan usaha pada 2023.

"Melalui kegiatan ini, Sekolah Tinggi Manajemen PPM dan WWF Indonesia berharap dapat berdampak nyata bagi pelaku usaha pengelolaan sampah untuk memiliki mentalitas wirausaha yang mampu memanfaatkan peluang dari sampah yang dikelolanya sehingga dapat menghasilkan produk-produk inovatif hasil recycle sampah," kata Aprihatiningrum. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT