06 November 2022, 15:55 WIB

Afghanistan Belajar Manajemen Kesehatan Ibu dan Anak dari Indonesia


M Iqbal Al Machmudi | Humaniora

Antara
 Antara
Ilustrasi

SEBANYAK 38 anggota delegasi Afghanistan tiba di Yogyakarta untuk mengikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kesehatan Ibu dan Anak Serta Keluarga Berencana (Capacity Building on Maternal Health, Children, and Family Welfare Program).

Pelatihan ini merupakan hibah dari Indonesia kepada Afghanistan melalui Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) Kementerian Keuangan, yang pelaksanaan teknisnya dikawal oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Kegiatan tersebut diselenggarakan di Hotel Santika Yogyakarta 4 – 10 November 2022.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengajak pemerintah Afghanistan untuk memperhatikan persoalan stunting demi masa depan generasi penerus bangsa mereka yang lebih baik.

"Sementara BKKBN juga diberikan tugas tambahan sebagai koordinator penurunan stunting di Indonesia, dengan target angka stunting turun menjadi kurang dari 14% di 2024," kata Hasto dalam keterangannya, Minggu (6/11).

Afghanistan saat ini tengah mengalami pergolakan kesejahteraan umum yang berdampak turunnya kesejahteran masyarakat.

Apa yang dilakukan pemerintah Indonesia merupakan perwujudan politik luar negeri bebas aktif dan secara hukum merupakan tindak lanjut kesepakatan kedua negara yang telah dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman.

"Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memberikan bantuan peningkatan kapasitas pada saat kunjungan Wakil Presiden RI 2014-2019 Jusuf Kalla ke Afganistan pada 2018 dan dapat diwujudkan pada 2022 dalam bentuk pelatihan internasional di Yogyakarta." ujarnya.

Tidak hanya menerima materi di dalam kelas, peserta juga akan melakukan kunjungan lapangan agar dapat melihat dan mempelajari praktik pengelolaan pelayanan kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana. (H-2)

BERITA TERKAIT