23 October 2022, 07:00 WIB

Fomepizole, Penawar Racun Ginjal Akut yang Diimpor dari Singapura


Zubaedah Hanum | Humaniora

Istimewa
 Istimewa
Fomepizole, antidotum gagal ginjal akut yang diimpor dari Singapura.

SEBANYAK 200 vial Fomepizole diimpor dari Singapura untuk diberikan pasien gangguan ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) yang menyerang anak-anak. Harga satu vial itu sekitar Rp16 juta.

Dalam penjelasannya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, hingga 22 Oktober 2022, Kementerian Kesehatan mencatat ada sebanyak 241 kasus GGAPA di Indonesia yang tersebar di 22 provinsi. Dari jumlah itu, sebanyak 55% atau 133 pasien anak meninggal dunia.

Obat Fomepizole menjadi asa Menkes karena dinilai efektif setelah diujicoba ke 10 pasien GGAPA yang dirawat di RSCM. Kondisi pasien ada yang semakin baik dan ada pula yang stabil setelah diberikan Fomepizole.

Menkes menerangkan, satu vial obat itu berisi 1,5 gram. Satu vial Fomepizole diberikan kepada satu orang pasien.

Seperti apa cara kerja Fomepizole? Dikutip dari drugbank, obat ini telah di setujui FDA (Badan POM Amerika Serikat) sejak 1997 dan satu-satunya yang disetujui sebagai antidotum untuk keracunan etilen glikol.

Fomepizole atau 4-methylpyrazole adalah penghambat alkohol dehidrogenase yang digunakan sebagai penangkal keracunan metanol atau etilen glikol yang dikonfirmasi atau dicurigai. Merk yang beredar di luar negeri adalah Antizol. Obat ini bisa digunakan tersendiri atau dikombinasikan dengan hemodialisis, diberikan melalui injeksi intravena.

Fomepizole digunakan untuk mengobati keracunan etilen glikol dan metanol yang ertindak untuk menghambat pemecahan racun ini menjadi metabolit toksik aktif mereka. Fomepizole adalah inhibitor kompetitif enzim alkohol dehidrogenase, ditemukan di hati. Enzim ini memainkan peran kunci dalam metabolisme etilen glikol, dan metanol.

Etilen glikol pertama dimetabolisme menjadi glikolaldehida oleh alkohol dehidrogenase. Glikolaldehida kemudian mengalami oksidasi lebih lanjut menjadi glikolat, glioksilat, dan oksalat. Glikolat dan oksalat adalah racun utama yang bertanggung jawab atas asidosis metabolik, dan untuk kerusakan ginjal, terlihat pada keracunan etilen glikol.

Dengan menghambat secara kompetitif enzim pertama, alkohol dehidrogenase, dalam metabolisme etilen glikol dan metanol, fomepizole memperlambat produksi metabolit toksik. Tingkat produksi metabolit yang lebih lambat memungkinkan hati untuk memproses dan mengeluarkan metabolit saat diproduksi, membatasi akumulasi dalam jaringan seperti ginjal dan mata. Akibatnya, sebagian besar kerusakan organ dapat dihindari.

Fomepizole paling efektif bila diberikan segera setelah menelan etilen glikol atau metanol. Menunda administrasi memungkinkan untuk generasi metabolit berbahaya. (H-2)

 

BERITA TERKAIT