14 October 2022, 09:05 WIB

Banyak Gagal, Proyek BRGM sejak 2017 Perlu Dievaluasi


Denny Susanto | Humaniora

dok.ant
 dok.ant
Warga menebang pohon Bakau jenis Api-api (Avicennia marina) untuk membuka lahan tambak ikan di kawasan pesisir Desa Pabean udik, Indramayu, 

PROYEK-proyek pembangunan dan restorasi yang dilaksanakan Badan Restotasi Gambut dan Mangrove (BRGM) sejak 2017 diminta untuk dievaluasi, menyusul banyaknya kegagalan program di lapangan.

Hal ini disampaikan, Andi Lukhito perwakilan Tim Restotasi Gambut dan Mangrove Daerah (TRGMD) Kalimantan Selatan, di sela-sela kegiatan Focus Group Discussion Rencana Program Inovatif Kegiatan Restorasi Gambut di KHG Sungai Maluka - Sungai Martapura Kalsel, 13-14 Oktober 2022.

"Sudah enam tahun keberadaan BRGM memang banyak pembangunan yang telah dilakukan. Namun kita tidak boleh hanya mengejar kuantitas melainkan kualitas. Karena itu perlu dilakukan evaluasi menyusul banyaknya kegagalan program di lapangan," tegasnya.

Andi mencontoh sejumlah program pembangunan skat kanal dan sumur bor di Kalsel yang sudah tidak lagi berfungsi. Ataupun program revitalisasi ekonomi masyarakat sekitar gambut yang tidak berjalan sesuai harapan. Demikian juga program revegetasi melalui pembagian bibit dan
penanaman dinilai gagal.

Menanggapi hal ini, Ketua Pokja Teknik Restorasi Gambut dan Mangrove, BRGM, Agus Yasin, mengatakan sejauh ini pihaknya telah melakukan evaluasi terkait program pembangunan yang dilakukan di sejumlah daerah. "Evaluasi sudah berjalan di sejumlah provinsi dan nantinya akan masuk ke Kalsel. BRGM melakukan akan evaluasi secara terbuka," ungkapnya.

Baca Juga: Pertanian Lahan Gambut Berpotensi Besar untuk Dikembangkan

Secara keseluruhan tercatat sejak 2016 di Kalsel sudah dibangun sedikitnya 579 sumur bor dan 246 skat kanal serta 20 program revitalisasi ekonomi masyarakat berupa kegiatan usaha masyarakat desa.

Berdasarkan data KHG, luas lahan gambut dan rawa di wilayah ini seluas 382.271 hektare. Luas lahan gambut mencapai 235.561 hektare dimana 80 persen berada di areal konsesi perkebunan.  Sementara target restorasi gambut yang dilaksanakan BRGM di Kalsel seluas 22 ribu hektare.

Pada bagian lain, kawasan lahan gambut di sekitar bandara internasional Syamsudin Noor Banjarbaru, Kalsel yang ditetapkan sebagai KHG Sungai Maluka - Sungai Martapura menjadi prioritas kebijakan restorasi dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).

KHG Maluka-Martapura meliputi wilayah Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut, Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru dengan luasan KHG diperkirakan mencapai 90 ribu hektare. Kepala BPBD Kalsel, R Suria Fadliansyah, mengatakan salah satu areal yang rawan karhutla di Kalsel
adalah kawasan gambut sekitar bandara Syamsudin Noor Banjarbaru. (OL-13)

Baca Juga: Walhi Minta Pemerintah Evaluasi Program Rehabilitasi Mangrove

BERITA TERKAIT