01 October 2022, 15:28 WIB

Yakult Hadir Dengan Varian Rendah Gula


Gana Buana | Humaniora

Dok Yakult
 Dok Yakult
Peluncuran Yakult Light

YAKULT light merupakan varian baru dari minuman susu fermentasi dengan kandungan bakteri baik L. casei Shirota strain yang mulai dilepas di pasaran pada Sabtu (1/10) hari ini. Varian baru ini merupakan jawaban bagi masyarakat yang semakin peduli akan kesehatannya, terutama Anda dan keluarga yang sedang membatasi konsumsi gula.

Yakult Light adalah minuman susu fermentasi dengan kandungan bakteri baik L. casei Shirota strain dengan gula yang lebih sedikit tetapi diperkaya vitamin D dan E. Kandungan gula pada setiap botol Yakult Light lebih sedikit daripada Yakult varian Original, yaitu 3 gr atau sekitar 6% dari total anjuran konsumsi gula harian perorangan. 

Adapun menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) batas ambang konsumsi gula harian yaitu 50 gr atau setara 4 sendok makan untuk masing-masing individu. 

President Director PT Yakult Indonesia Hiroshi Kawaguchi menyampaikan, Yakult Light merupakan varian baru dari Yakult Original yang sudah hadir selama lebih dari 30 tahun di Indonesia. Varian ini mengantongi sertifikasi halal dan dibuat di pabrik berstandar keamanan tinggi.

“Di Indonesia, Yakult Light saat ini diproduksi di Pabrik Yakult Mojokerto, Ngoro Industri Persada Blok CC-1, Mojokerto, Jawa Timur yang telah menerapkan standar produksi sistem manajemen keamanan pangan (ISO 22000:2018) sehingga dapat mengidentifikasi dan mengontrol keamanan pangan dengan baik,” ungkap Kawaguchi saat peluncuran varian Yakult Light secara virtual beberapa waktu lalu. 

Ia menyampaikan, Indonesia bukanlah negara pertama yang menyediakan varian Yakult Light. Bahkan, Yakult Light sudah hadir di banyak negara seperti Jepang, Tiongkok, Amerika Serikat, Belanda, Australia dan lainnya. 

“Di masing-masing negara, Yakult Light hadir sebagai varian Yakult dengan kandungan gula yang lebih rendah dan diperkaya berbagai vitamin,” jelas dia.
 
Respon Kesehatan Masyarakat

Seperti halnya Yakult Original, Yakult Light mengandung bakteri baik L. casei Shirota strain yang telah mendapatkan sertifikat GRAS dari Food and Drug Administration, Amerika Serikat. Konsumsi bakteri ini dalam bentuk susu fermentasi telah diteliti manfaatnya dan memiliki sejarah aman dikonsumsi lebih dari 80 tahun oleh masyarakat di berbagai negara. 

Tidak hanya mengandung gula yang lebih sedikit, Yakult Light juga diperkaya vitamin D dan E. Penambahan ini dilakukan karena memperhatikan kebutuhan pemenuhan vitamin di Indonesia yang mendesak yakni salah satunya Vitamin D.

Dikutip dari situs web Kemenkes pada 2012, masalah gizi yang perlu diperhatikan adalah defisiensi vitamin D atau kondisi di mana tubuh tidak mendapatkan asupan vitamin D secara cukup. Hal ini diperkuat dari berbagai penelitian yang menyatakan 3 dari 4 partisipan mengalami kekurangan asupan vitamin D3. 

Padahal vitamin D penting untuk kesehatan tulang dan gigi hingga mencegah stunting. Sementara itu, vitamin E juga dianggap mempunyai manfaat yang krusial bagi kesehatan. Vitamin E memiliki sifat antioksidan yang tinggi dan berperan baik untuk kesehatan mata, kulit, serta saraf. 

Cara Penyimpanan

Meski berbeda pada kandungan gula dan tambahan bahan, namun cara penyimpanan dan masa kedaluwarsa antara Yakult Light dengan Yakult Original tidaklah berbeda. Yakult Light dianjurkan untuk disimpan pada suhu 0 – 10°C dalam lemari pendingin atau kulkas dan dijauhkan dari paparan sinar matahari langsung. Hal ini disebabkan pada kondisi tersebut bakteri Yakult tidak akan aktif sehingga kualitasnya tetap terjaga, tetap segar, dan enak.

Masa kedaluwarsa Yakult Original yang singkat yaitu hanya 40 hari dikarenakan oleh bahan-bahan yang digunakan alami tanpa pengawet. Masa kedaluwarsa ini pun berlaku bagi Yakult Light karena tidak dicampur dengan pengawet apa pun. (OL-7)

BERITA TERKAIT