29 September 2022, 22:34 WIB

Minum Air Dingin Bikin Gemuk, Fakta atau Mitos?


Mediaindonesia.com | Humaniora

Antara/Andika Wahyu.
 Antara/Andika Wahyu.
Ilustrasi.

MENGONSUMSI air dingin sering dinilai bisa menyebabkan kegemukan. Apakah anggapan itu fakta atau hanya mitos?

"Pasien saya juga pernah bilang, 'Nih dok anak saya gimana mau turun berat badannya, orang minum es terus gitu.' Loh ya enggak apa-apa asalkan enggak ditambahin gula, sirup, atau minuman manis lain," kata dokter spesialis ahli gizi klinik dr Cindiawaty J Pudjiadi, MARS, MS, Sp.GK saat dijumpai di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (29/9).

Lebih lanjut Cindy menjelaskan bahwa air mineral tidak memiliki kalori, baik dalam kondisi dingin maupun tidak. Karenanya, mengonsumsi air dingin tidak dapat menyebabkan peningkatan berat badan.

"Air putih enggak ada kalori kecuali sudah ditambahin sirup, susu, dan lain-lain. Jadi mitos kalau dibilang air putih dingin bisa menyebabkan tubuh jadi gemuk," paparnya.

Selain itu, Cindy mengingatkan agar seseorang yang sedang dalam proses diet penurunan berat badan untuk selalu memperhitungkan kalori yang dia konsumsi. Soalnya, masih banyak masyarakat yang salah kaprah terkait pola diet yang sedang dijalaninya. 

Misalnya diet yang hanya mengonsumsi buah-buahan dalam bentuk jus. Cindy mengatakan bahwa kalori yang terdapat dalam satu gelas jus yang mereka buat sama sekali tidak diperhitungkan dengan baik oleh sebagian besar orang. Alhasil, diet pun tidak akan berhasil dan justru dapat meningkatkan berat badan.

"Jadi begini, kalau mau diet yang menurunkan berat badan, itu yang harus kita pertimbangkan kalorinya. Misalnya jus. Pasien saya bilang, 'Dok aku makan buah tetapi dalam bentuk jus.' Dia bilang sehari 5 sampai 6 gelas dan enggak pakai gula tetapi kalorinya berapa," jelas Cindy. "Misal jus jeruk. Satu gelas berapa jeruk yang dipakai? Enggak mungkin cuma satu dong karena kan airnya sedikit banget. Jadi harus banyak jeruknya supaya bisa jadi banyak segelas jeruk murni. Nah satu jeruk kalau kecil 50 kalori, gede 100 kalori. Hitung saja dikalikan dengan jeruk yang dipakai jadi satu gelas," imbuhnya.

Pola diet yang sehat perlu dipahami terlebih dulu sebelum menerapkannya. Selain dapat menyebabkan lonjakan berat badan, persepsi diet yang salah juga bisa berdampak pada kesehatan tubuh. 

Oleh sebab itu, Cindy pun menyarankan agar masyarakat berkonsultasi terlebih dulu kepada ahli jika ingin menurunkan berat badan dan tidak sembarang percaya dengan mitos-mitos diet yang beredar. "Banyak yang mengeluh kenapa sih enggak kurus-kurus padahal udah enggak makan cuma minum jus aja? Ya itu tadi karena kalorinya tetap nempel. Enggak turun berat badannya karena salah persepsi. Misal enggak makan nasi, tetapi kalorinya tetap lewat. Mendingan sekalian makan nasi dengan gizi yang lengkap, kenyang. Daripada cuma minum doang? Jadi kalau mau menurunkan berat badan itu sebenarnya yang harus diperhatikan betul-betul adalah kalorinya," tutupnya. (Ant/OL-14)

BERITA TERKAIT