29 September 2022, 13:30 WIB

Daewoong Foundation dan ITB Kerja Sama Bangun Lembaga Penelitian Farmasi


mediaindonesia.com | Humaniora

DOK.ITB
 DOK.ITB
Penandatanganan kerja sama antara ITB dan Daewoong Foundation untuk mendirikan lembaga penelitian di Bandung, Jawa Barat, Senin (26/9).

DAEWOONG Foundation (DF) menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mendirikan Drug Delivery System (DDS) Research Institute ITB-DF.

Daewoong Foundation adalah yayasan beasiswa yang didirikan pada 1984 dengan kontribusi pribadi dari Yoon Yeonghwan, ketua kehormatan Daewoong Pharmaceutical, sebuah perusahaan perawatan kesehatan global di Korea, untuk berkontribusi pada kesehatan nasional dan teknologi medis melalui pengembangan sumber daya manusia.

Melalui MoU ini, DF dan ITB telah mengukuhkan kerja sama untuk membangun lembaga penelitian farmasi yang mutakhir, guna meningkatkan penelitian farmasi dan menumbuhkan bakat penelitian di Indonesia.

DF akan mendukung pendirian DDS Research Institute di lantai pertama Gedung Sekolah Farmasi ITB, yang mana ITB akan melakukan berbagai proyek penelitian farmasi melalui kerja sama terbuka.

DDS Research Institute direncanakan akan selesai pada 2023 setelah pekerjaan renovasi dan konstruksi peralatan.

Peneliti biofarmasi di Indonesia sering melakukan penelitian bersama di luar negeri. Namun, mereka kerap menghadapi kesulitan di Indonesia untuk melanjutkan penelitian yang dilakukan di luar negeri karena masalah infrastruktur, seperti kurangnya fasilitas dan peralatan penelitian farmasi dalam negeri.

Dengan mendukung pendirian DDS Research Institute, DF berencana secara aktif mendukung para peneliti di bidang biofarmasi untuk  melanjutkan dan mengembangkan penelitian mereka di Indonesia.

Untuk itu, DF akan membentuk lingkungan lembaga penelitian terbaru, serta membangun peralatan produksi dan analisis obat yang canggih.


Baca juga: UPI Bandung Dorong Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus


DDS merupakan metode pemberian obat secara efisien ke area yang ditargetkan, seperti mengendalikan laju pelepasan obat. Teknologi yang meminimalkan efek samping obat dan memaksimalkan khasiat dan efektivitas.

Selanjutnya, berbagai penelitian kolaborasi terbuka diharapkan dapat dilakukan dengan membuka fasilitas penelitian bagi mereka yang membutuhkan penelitian di bidang tersebut, seperti organisasi nirlaba, lembaga pemerintah, dan lembaga swasta.

"Melalui DDS Research Institute yang didirikan bersama dengan Daewoong Foundation, kami berharap para peneliti pascasarjana yang berbakat akan merasakan dan mempelajari sistem penelitian farmasi canggih Korea secara langsung. Kami menantikan hasil penelitian yang luar biasa dari fasilitas berteknologi tinggi yang dapat membawa industri biofarmasi Indonesia ke tingkat selanjutnya," ujar Rektor ITB Prof Reini Wirahadikusumah PhD dalam keterangannya, Rabu (28/9).

Sementara itu, DF juga mendukung pendirian Bioanalytical Laboratory UI-DF pada Agustus 2022 lalu untuk pertama kalinya di Indonesia. Sejak 2018, DF terus berkontribusi dalam pengembangan penelitian biofarmasi dan pembinaan bakat penelitian, dengan membantu pendirian dan pengoperasian laboratorium biofarmasi di Universitas Indonesia. (RO/OL-16)

 

BERITA TERKAIT