18 September 2022, 18:51 WIB

Gelombang Tinggi Berpotensi Terjadi Di Sebagian Perairan Indonesia


Faishol Taselan | Humaniora

ANTARA
 ANTARA
Ilustrasi 

BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim mengingatkan cuaca buruk dan gelombang tinggi di perairan Indonesia  dalam kurun waktu dua hari ini.

"Waspadai gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia, 18 sampai 19 September 2022," kata Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo di Surabaya.

Dari hasil foto citra satelit ada pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Tenggara-Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 5 knot-20 knot. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur ke Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5 knot sampai 25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan utara Sabang, perairan Banten, perairan selatan Jawa Barat, Laut Jawa, Selat Makassar bagian selatan, serta Laut Arafuru. Kondisi itu, menurut Eko, menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 2,5 meter sampai 4 meter yang berpotensi terjadi di  perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat Pulau Simeulue-Kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu, perairan barat Lampung.

Kemudian, Samudera Hindia Barat Sumatera, Selat Sunda bagian barat, dan selatan, perairan selatan Banten-Jawa Timur, perairan selatan Bali-Sumbawa, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, Samudera Hindia Selatan Banten-NTB.

Selain itu, ada peluang peningkatan gelombang setinggi 1,25 meter-2,5 meter di  Selat Malaka, perairan timur Pulau Simeulue-Kepulauan Nias, Laut Natuna Utara, perairan Kepulauan Anambas, Selat Karimata bagian selatan, Laut Jawa, perairan utara Jawa Timur, Selat Makassar bagian selatan, perairan Kepulauan Sabalana-Kepulauan Selayar.

"Kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area  yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar selalu waspada. Harus hati hati, bila perlu sementara tidak melaut,â€? katanya. (OL-15)

BERITA TERKAIT