17 September 2022, 06:45 WIB

Ini Tips Konsumsi Karbohidrat Agar tidak Berat Badan tidak Naik


Basuki Eka Purnama | Humaniora

Patrongroups.com
 Patrongroups.com
Sumber karbohidrat utama mayoritas warga Indonesia, nasi.

KARBOHIDRAT kerap dianggap sebagai penyebab kenaikan berat badan. Meski begitu, dokter spesialis diet Christopher Andrian menjelaskan karbohidrat tidak harus dihindari saat diet, namun hanya perlu diatur porsinya.

"Orang tahunya diet itu nggak makan ya. Sebenarnya kalau kita google, diet itu sebenarnya artinya adalah asupan makanan yang dikonsumsi oleh seseorang. Kita makan itu namanya diet," kata Christopher, dikutip Sabtu (17/9).

"Nah seringnya karbohidrat itu punya bad reputation di Indonesia. Karena orang Indonesia itu hampir 70% sampai 80% itu makanannya adalah karbohidrat. Tapi sebenarnya, masalahnya kita makan nasi itu pakai apa? Misal sarapan pakai nasi uduk pakai bakwan goreng, bihun goreng, kentang balado, itu hampir 80% isinya karbohidrat semua," sambungnya.

Baca juga: Ini Kiat Membagi Asupan Karbohidrat Selama Ramadan

Lebih dalam, Christopher menjelaskan, jika pola makan seperti itu terus menjadi kebiasaan maka dapat mengakibatkan kolesterol dan gula darah menjadi naik. 

Jadi, mengonsumsi karbohidrat sebenarnya tetap baik karena berfungsi sebagai sumber energi. Namun, masyarakat harus menghilangkan kebiasaan mengonsumsi karbohidrat berlebih.

"Kalau itu diterusin, kolesterol bisa naik, gula juga naik. Sama kayak roti, kebiasaannya makan roti pakai selai. Itu kan karbo pakai kabo lagi. Jadi akan double atau triple karbo. Itu yang jadi masalah. Ditambah karbo fungsinya untuk bakar kalori, tapi sehari-hari cuma duduk doang. Akhirnya karbonya jadi lemak," paparnya.

"Jadi, sebenarnya yang benar adalah jangan pernah mengombinasikan dua sampai tiga karbohidrat dalam sekali makan," lanjut Christopher.

Kemudian, Christopher juga mengimbau agar masyarakat dapat membedakan karbohidrat kompleks dan simpleks saat diet. Jika dapat membedakan kedua jenis karbohidrat ini, diet pun dapat dilakukan dengan baik dan sehat.

"Karbohidrat itu ada dua jenis. Ada yang simpleks sama kompleks. Dibilang simpleks karena simple. Dia mudah diserap tubuh, jadi nggak perlu effort banyak untuk mencerna itu. Contohnya nasi putih, roti putih, gula pasir, gula jawa. Itu yang sifatnya simpleks. Sedangkan kalau kompleks, tubuh kita harus effort supaya tubuh kita bisa cerna makanan. Contohnya singkong, nasi merah, roti gandum," pungkasnya. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT