15 September 2022, 22:05 WIB

BRIN: Teknologi Kendaraan Listrik di Indonesia Sudah Matang


Naufal Zuhdi | Humaniora

Antara
 Antara
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) milik PLN pada Pameran Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2021.

BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan kajian infastruktur penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai telah lama dilakukan dan dianggap cukup dalam mendukung Inpres 7/2022 yang baru dirilis Jokowi.

"Kalau untuk kendaraan listrik, BRIN sudah lama melakukan kajian terkait infrastruktur, khususnya sarana pengisian baterai. Untuk stasiun pengisian itu yang sudah kami lakukan. Saat ini teknologi yang masuk Indonesia sudah matang dan tidak perlu studi lagi," kata Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, Kamis (15/9).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Inpres Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Menurut Laksana, yang menjadi masalah sampai saat ini adalah belum adanya standar baku terkait stasiun pengisian yang disepakati di kalangan industri pelaku, sehingga masalah kompatibilitas menjadi isu krusial.

"Karena secara bisnis semua masih di fase awal. Ini serupa dengan kasus waktu awal kemunculan smartphone. Semua industri pemain mencari bentuk model bisnis yang pas, khususnya untuk masalah baterai. Karena ini yang yang masih menjadi kendala utama teknologi saat ini. Apakah akan model fast charging (isi baterai), atau model battery swap (ganti baterai). Masing-masing ada plus dan minusnya," jelas dia.

Ia menjelaskan model fast charging secara investasi lebih murah dan sudah siap, tetapi merepotkan konsumen. Sedanhkan model battery swap sangat baik bagi konsumen, tetapi investasi tinggi dan harus ada kerelaan para pelaku industri untuk mengadopsi salah satu teknologi yang ada. Ini yang berat, karena semua masih baru mulai dan belum ada yang dominan.

Namun di sisi lain, masih ada riset yang dilakukan oleh BRIN, yaitu riset material atau bahan yang akan digunakan untuk baterai kendaraan listrik itu.

"Tetapi kami masih fokus ke riset material untuk baterai, dan juga kendaraan listrik otonomus individual untuk area tertutup," jelasnya.

Laksana mengatakan bahwa BRIN sangat mendukung untuk pemakaian kendaraan listrik, namun yang saat ini masih menjadi fokus riset yang dikejar adalah teknologi baterai yang akan digunkan nanti.

"BRIN sangat mendukung pemakaian kendaraan listrik ini. Yang masih menjadi target riset adalah teknologi baterai yang masih banyak peluang. Selain itu tipe-tipe kendaraan listrik spesifik seperti kendaraan listrik otonomus individual," ucap dia. (H-2)

 

BERITA TERKAIT