15 September 2022, 18:49 WIB

Ada Peluang Anak di Bawah 5 Tahun Divaksin Covid-19


M Iqbal Al Machmudi | Humaniora

AFP/Scott O
 AFP/Scott O
Vaksin covid-19

KETUA Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr Erlina Burhan, Sp.P(K) menekankan kemungkinan anak berusia di bawah 5 tahun segera divaksin covid-19 terbuka lebar mengingat di negara lain seperti Amerika Serikat. Namun untuk Indonesia masih perlu kajian lebih mendalam lagi.

"Tentu peluang itu ada namun perlu kajian lebih lanjut lagi sih dari Badan POM, Itagi dan pemerintah. Jika 3 pihak sudah bisa memutuskan maka akan segera," kata dr Erlina usai Talkshow dari AstraZeneca di Perkantoran Hijau Arkadia Tower, Jakarta, Kamis (15/9).

Selain itu, vaksin untuk anak ini memiliki hasil yang bagus untuk melindungi anak dari covid-19 sehingga kesempatan anak untuk kembali belajar terutama PAUD bisa dilakukan. Sehingga jika vaksin anak berpengaruh baik di negara lain, maka akan demikian pula jika diterapkan di Indonesia.

Baca juga: 17,5 Juta Anak Sudah Divaksin Lengkap

Pemberian vaksin juga melihat dari kebiasaan anak-anak. Jika anak hanya berada di dalam rumah mungkin bisa diatasi dan tak mendapat vaksin, dengan konsekuensi anak tidak memiliki kekebalan tubuh untuk menghadapi covid-19. Namun jika anak tetap diberi vaksin, kekebalan anak meningkat dan fatality rate akan menurun.

"Apalagi sekarang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sering diberhentikan karena ada transmisi di kelas sehingga artinya anak-anak juga berisiko terpapar covid-19. Oleh sebab itu kita harus melindungi anak-anak kita, salah satunya dengan protokol kesehatan, edukasi sejak dini, dan vaksin," ujar dr Erlina.

Terlebih jika anak mengalami komplikasi Mis-C dan terjadi badai sitokin akan menimbulkan komplikasi. Virus bisa teratasi namun masih tetap bertahan dan menjadi berat hingga kematian.

dr Erlina menambahkan, anak juga sebenarnya rentan mengalami long covid-19 jika kasusnya terbilang berat. Long covid terjadi lebih banyak pada varian delta.(OL-5)

BERITA TERKAIT