14 September 2022, 23:37 WIB

Produk Mengandung Alergen Tak Lebihi Ambang Batas, Aman Dikonsumsi


mediaindonesia.com | Humaniora

Antara/Humas IPb
 Antara/Humas IPb
Guru Besar Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS.

SEJALAN dengan nilai “We Do The Right Thing” yang menjadi prinsip mendasar perusahaan, PT Heinz ABC Indonesia kembali menegaskan komitmennya terhadap kepatuhan atas standar kualitas dan keamanan pangan dari setiap produknya.

Perusahaan telah menerapkan sistem standarisasi yang berlapis, mulai dari Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), yang dipersyaratkan oleh BPOM RI sebagai otoritas pengawas keamanan pangan olahan di Indonesia.

Selain itu, juga diterapkan sistem manajemen keamanan pangan dunia, (ISO 22000: 2018 dan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), serta sistem standar internal dari The Kraft Heinz Company.

Hal ini dilakukan untuk menjamin seluruh produk ABC diproduksi dengan proses yang benar, guna menghadirkan produk berkualitas yang aman dikonsumsi seluruh masyarakat.

Penerapan CPPOB akan memastikan seluruh produk ABC diproduksi melalui analisa dan mekanisme kontrol yang ketat, mulai dari penggunanan bahan baku, pengujian laboratorium, kontrol terhadap bahan yang mengandung alergen, hingga pengawasan akhir pada produk jadi (finished goods).

Sedangkan sertifikasi ISO 22000: 2018 dan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) akan menjamin seluruh proses produksi memenuhi standar keamanan pangan dunia.

Salah satu hal yang menjadi perhatian umum adalah penggunaan alergen pada sebuah produk.

Prof. Dr. Ir. Hardinsyah MS, ahli gizi sekaligus Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia, menjelaskan, “Alergen pada dasarnya adalah bahan pangan atau senyawa yang dapat menyebabkan reaksi alergik pada pada individu tertentu yang memiliki hipersentivitas terhadap senyawa tersebut."

Bahan pangan yang menyebabkan alergi sangat umum ditemukan pada produk pangan olahan atau pangan segar seperti telur dan ikan, krustase, kacang, hingga sulfur dioxide yang lazim ditemukan pada buah-buahan.

"Selama penggunaannya tidak melebihi ambang batas yang ditentukan oleh lembaga yang berwenang dan keberadaannya dikomunikasikan dengan jelas, maka produk tersebut aman untuk dikonsumsi,“ jelasnya.

Baca juga: 68,82% Lansia Telah Divaksinasi Lengkap

Emerensiana Adi Dhae, Quality Technical Service Lead Kraft Heinz Indonesia—Papua Nugini, menjelaskan,“Kami memiliki Global Food Allergen Policy yang menjadi acuan dalam pemilihan material, formulasi, termasuk aturan pencantuman bahan baku, nilai gizi, serta kandungan alergen pada label kemasan. "

"Penerapan kebijakan ini menjadi hal penting untuk memastikan seluruh bahan pangan yang digunakan dapat terkomunikasikan secara transparan kepada konsumen,” jelas Emerensiana.

Hal senada juga disampaikan oleh Badan POM RI ketika menanggapi isu bahan alergen pada produk ABC.

Dikutip dari laman resmi Badan POM RI (www.pom.go.id), ditegaskan kembali bahwa berdasarkan evaluasi keamanan dan mutu, produk-produk ABC telah mendapatkan izin edar BPOM.

Selain itu, produk-produk ABC telah mengikuti aturan label kemasan yang berlaku, termasuk dalam hal pencantuman informasi alergen dan Bahan Tambahan Pangan (BTP).

Lebih jauh dijelaskan keberadaan alergen (dalam hal ini sulfit) tidak menimbulkan isu keamanan pangan pada konsumen secara umum, kecuali yang memiliki riwayat alergi.

 “Seluruh bahan baku serta bahan tambahan pangan (BTP) yang digunakan pada semua produk ABC dapat dipastikan sesuai dengan aturan yang berlaku di setiap lokasi produksi dan pemasaran," jelas Indra Ishak, Head of R&D, Kraft Heinz Indonesia-Papua Nugini."

"Keberadaan BTP di dalam produk pangan ditujukan untuk mempengaruhi sifat pangan, seperti halnya Sodium Benzoat, yang umum digunakan untuk menjaga ketahanan produk selama proses penyimpanan dan pemasaran di toko,” ujar Indra.

Mira Buanawati, Head of Legal, Corporate & Regulatory Affairs Kraft Heinz Indonesia – Papua Nugini menegaskan,“Sebagai bagian dari Perusahaan makanan dan minuman terbesar di dunia, kami percaya bahwa kami memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan produk-produk kualitas terbaik yang aman bagi konsumen kami."

"Di saat yang sama terus berkomitmen untuk senantiasa mematuhi aturan dan kebijakan yang berlaku dimanapun kami berada. Dengan demikian, kami dapat terus mewujudkan visi kami untuk bertumbuh secara berkelanjutan,” kata  Mira.(RO/OL-09)

BERITA TERKAIT