14 September 2022, 09:35 WIB

Mahasiswa UGM Kembangkan Aplikasi Pendeteksi Tingkat Kelapukan Pohon


Agus Utantoro | Humaniora

MI/Agus Utantoro
 MI/Agus Utantoro
Mahasiswa UGM tengah menguji alat dteksi kelapukan pohon yang dikembangkannya.

PRIHATIN dengan seringnya terjadi pohon tumbang karena pokok atau batang poton yang telah lapuk sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengembangkan alat deteksi tingkat kelapukan atau kekeroposan pokok atau kayu pokok.

Peralatan yang dinamakan G-Ber ini dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi ultrasonologi atau USG yang dilengkapi dengan robot pemanjat serta memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelegence) yang berbasis IoT (Internet of Things).

Mereka adalah Muhammad Bagus Hidayatullah dari Program Studi Teknik Elektro, Muhammad Idham Novanto dari Program Studi Teknik Mesin, Solid Boy Maywenson dari Program Studi Fisika, dan Ahmad Zidane Al-Latif dari Program Studi Teknik Sipil.

"Dengan maraknya kasus pohon tumbang di tengah-tengah masyarakat yang  banyak merugikan warga maka kami ciptakan alat ini," ujar Rosyad Fathur Saifuddin, salah satu anggota tim pengembang G-ber.

Alat ini dikembangkan dengan pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Karsa Cipta (PKM-KC), di bawah bimbingan Dr.Eng. Fahrudin Nugroho, S.Si., M.Si dari FMIPA UGM sebagai dosen pembimbing.

Fathur menerangkan, G-Ber memanfaatkan teknologi pencitraan tomografi untuk mendapatkan citra internal dari pohon. Data ini kemudian diproses oleh kecerdasan buatan berupa machine learning sehingga dapat memproses data dan mengeluarkan klasifikasi pohon, apakah pohon berpotensi akan
roboh atau tidak.

Alat ini sendiri dilengkapi dengan remote control untuk mempermudah pengguna dalam mengendalikan alat. Proses pengembangan alat, lanjut Fathur, telah memasuki tahapan uji coba.  "Inovasi alat deteksi ini diharapkan mampu mengatasi masalah kerugian materiil dan nonmateriil yang diakibatkan oleh tumbangnya pohon," tambahnya.

Tim ini akan terus mengembangkan G-Ber dengan menambahkan fitur-fitur yang lebih beragam. Untuk pengembangan selanjutnya, mereka berharap agar G-Ber dapat dikembangkan dengan bantuan pemerintah, sehingga memberikan manfaat kepada masyarakat luas. "Kedepannya alat ini dapat digunakan oleh pemerintah untuk mendeteksi potensi keruntuhan pohon," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Ubah Limbah Jadi Rupiah, Sandiaga Bantu Perajin Furniture agar Lebih Produktif

BERITA TERKAIT