13 September 2022, 12:01 WIB

Politeknik Industri Petrokimia Banten Terapkan Lebih Banyak Praktik


mediaindonesia.com | Humaniora

Ist
 Ist
Kepala Badan Pengembangan SDM Industri (BPSDMI) Arus Gunawan dalam Pembukaan PKKMB Politeknik Industri Petrokimia Banten.

SEBANYAK 127 mahasiswa angkatan pertama Politeknik Industri Petrokimia Banten pada Senin (12/09) resmi memulai kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB).

Nantinya, para mahasiswa akan mengikuti perkuliahan selama tiga tahun. Mereka akan ditempatkan kerja pada mitra industri petrokimia yang bekerjasama dengan Politeknik Industri Petrokimia Banten.

"Dengan mengucapkan bismillah, dengan ini kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Politeknik Industri Petrokimia Banten secara resmi kami buka,” tutur Kepala Badan Pengembangan SDM Industri (BPSDMI) Arus Gunawan di Politeknik Industri Petrokimia Banten, Senin (12/9).

Sebanyak 127 mahasiswa yang memulai perkuliahan tersebut, sebelumnya melakukan pendaftaran secara online pada 1-31 Juli 2022. Saat itu, tercatat 2.379 calon mahasiswa yang mendaftar secara online.  

Dibukanya Politeknik Industri Petrokimia Banten menambah daftar panjang unit pendidikan yang berada di bawah Kementerian Perindustrian. Sampai dengan saat ini, Kemenperin telah menaungi sebanyak 9 SMK, 11 politeknik, dan 2 akademi komunitas yang tersebar di 11 provinsi.

Baca juga: Kemendikbud Alokasikan Rp3,5 Triliun untuk Program Vokasi

“Politeknik Industri Petrokimia Banten menerapkan vokasi dual system yang lebih banyak menerapkan praktik dibandingkan dengan teori. Sehingga mahasiswanya memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri,” jelas Arus.
 
Perencanaan pembangunan politeknik tersebut telah dimulai sejak 2018. Dan kini, setelah berhasil mewujudkan pembangunan Politeknik Industri Petrokimia Banten, tahun ini dimulai penyelenggaraan pendidikan untuk angkatan pertama. 

“Dalam perjalanan panjang pengurusan izin, kami selalu mendapat dukungan dari asosiasi industri maupun pemerintah daerah. Dan kini, politeknik kemudian dibuka dengan tiga program studi, yaitu Teknologi Proses Industri Petrokimia, Teknologi Mesin Industri Petrokimia, dan Teknologi Instrumentasi Industri Petrokimia,” tambah Arus.

Pada kesempatan yang sama, Ketua umum Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) Suhat Miyarso menyampaikan bahwa industri petrokimia saat ini tengah membutuhkan SDM yang kompeten dan spesifik pada bidang petrokimia.

Oleh karena itu, industri dan asosiasi bekerja sama dengan BPSDMI demi mencapai tujuan tersebut.

“Sekarang kebutuhan karyawan minimum harus D3, karena teknologi yang dipakai sekarang makin maju sehingga dibutuhkan karyawan yang kompeten dan berdedikasi tinggi,” jelas Suhat.

“Industri petrokimia ini belum ada yang sama, dan politeknik lain biasanya umum. Kalau di sini, jurusan mesinnya memang khusus untuk petrokimia. Dalam pendidikannya setengahnya akan praktik di pabrik dan setengahnya di kampus,” tambah Suhat.

Sebelumnya, BPSDMI telah melaksanakan ujian masuk serentak untuk unit pendidikan tingkat SMK, politeknik, dan akademi komunitas yang berada di bawah naungan Kemenperin. Pendaftaran siswa dan mahasiswa baru tersebut dinamakan JARVIS atau Jalur Penerimaan Vokasi Industri.
 
Dari 7.954 calon siswa dan mahasiswa yang mendaftar melalui JARVIS, sebanyak 6.542 telah diterima di unit pendidikan Kementerian Perindustrian dan seluruhnya memulai tahun ajaran baru sejak tanggal 12 September 2022. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT