13 September 2022, 07:43 WIB

RAPBN BRIN TA 2023 Rp6,3 Triliun Diharapkan Tercukupi Majukan Inovasi


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA
 ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko

KEPALA Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN, Laksana Tri Handoko mengatakan anggaran BRIN sebesar Rp6,3 triliun yang terbagi riset dan pelayanan umum untuk RAPBN 2023 diharapkan tercukupi terutama di bidang riset.

"Kalau bicara kurang atau tidak, untuk riset itu selalu kurang Mas. Tetapi kami juga tidak ingin hanya sekedar anggaran tambah tetapi pelaksanaannya kurang sesuai," kata Tri Handoko saaat dihubungi, Senin (12/9).

Berdasarkan nota keuangan yang tertuang dalam RAPBN 2023, pagu anggaran BRIN Rp6.387.969.063.000. Anggaran tersebut terbagi untuk dua klaster anggaran, yaitu pelayanan umum dan pendidikan.

Baca juga: Menkes: Vaksin PCV Bisa Turunkan Angka Kematian Bayi

Untuk program riset, inovasi, dan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan fungsi pelayanan umum sebesar Rp2.213.764.569.000. Untuk fungsi pendidikan sebesar Rp32.800.000.000. Dan program dukungan manajemen untuk pelayanan umum Rp4.141.404.494.000.

"Pascaintegrasi ke BRIN kami sudah banyak sekali melakukan efisiensi dan optimalisasi, baik di sisi manajemen maupun tata kelola risetnya. Sejauh ini anggaran tersebut masih mencukupi untuk mendukung aktifitas riset, dan mendorong inovasi," ujarnya.

"Seiring dengan peningkatan kapasitas periset nanti kami akan terus mengajukan tambahan secara bertahap," tambahnya.

Selain itu untuk TA 2023 BRIN juga telah ajukan penambahan pokok dana abadi penelitian sebesar Rp10 triliun. Sementara untuk TA 2022 ini tambahan pokok baru Rp5 triliun.

"Dalam jangka panjang anggaran ini jauh lebih strategis dan terjamin kesinambungannya untuk mendukung program riset dan inovasi," pungkasnya. (H-3)

BERITA TERKAIT