12 September 2022, 08:11 WIB

Rektor Unair Minta Pemerintah Tinjau Ulang Kebijakan Sistem Seleksi Masuk PTN


Faustinus Nua | Humaniora

dok.ant
 dok.ant
Rektor Universitas Airlangga (Unair) Prof. Mohammad Nasih

REKTOR Universitas Airlangga (Unair) Prof. Mohammad Nasih mengungkapkan bahwa sistem seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) yang baru diluncurkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) lewat Permendikbudristek 48/2022 perlu diperinci dan ditinjau ulang, terutama mengenai lintas jurusan.

Menurut Prof. Nasih, peminatan sejak sekolah menengah atas (SMA) /sederajat tetap perlu dipertimbangkan agar peserta didik dapat mengikuti perkuliahan dengan baik.

"Meskipun sesungguhnya tesnya adalah tes skolastik semata, tetapi di semua hal termasuk kemungkinan akan ada persyaratan tertentu di prodi-prodi tertentu itu,” ujar Prof. Nasih menyoroti sistem baru untuk jalur seleksi berbasis tes, seperti dikutip laman Unair, Senin (12/9).

Disampaikannya, linearitas antara SMA dan perguruan tinggi tetap harus dipertimbangkan. Pasalnya, pada jenjang universitas, mahasiswa juga dituntut untuk memiliki dasar yang cukup mumpuni untuk mengikuti mata kuliah yang diajarkan.

Baca Juga: Transformasi Seleksi Masuk PTN Hanya Solusi Jangka Pendek

“Walaupun ini tidak bisa menjadi syarat program studi, maka kita bisa meminta portofolio untuk program studi-program studi yang ada di UNAIR. Sehingga pendaftar nantinya, setidaknya harus menyerahkan rapot mata pelajaran yang relevan dengan program studi yang ada,” jelas Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unair itu.

Hal tersebut, kata Prof. Nasih, sebagai penghargaan bagi para siswa yang telah menempuh pelajaran selama tiga tahun di SMA. Artinya, apa yang didapatkan sebelumnya tidak akan berakhir sia-sia. Ketika merdeka belajar justru diartikan sebagai kebebasan yang terlalu liberal, maka hal tersebut merupakan pemborosan.

“Kami selalu memberikan warning bagi masyarakat, bahwa setiap program studi itu memerlukan bekal khusus agar bisa lancar dalam menempuh studinya dan juga kami tidak segan-segan untuk memberikan evaluasi pada satu tahun pertama,” tambahnya.

Prof. Nasih pun menekankan bahwa untuk pendaftaran jalur mandiri Unair akan dijamin transparansi dan akuntabilitas. Hal itu merupakan amanah untuk memberi akses pendidikan tinggi yang adil bagi semua anak bangsa.(OL-13)

Baca Juga: Nadiem Sebut Lebih dari 90 Organisasi Dilibatkan dalam RUU ...

BERITA TERKAIT