09 September 2022, 10:50 WIB

Vaksin Merah Putih BRIN Dalam Tahapan Uji Praklinis


Bianca Angelina Gendis | Humaniora

Dok BRIN
 Dok BRIN
Ilustrasi

BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan proses pengembangan Vaksin Merah Putih BRIN masih dalam proses tahapan uji praklinis. Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala Organisasi Riset Kesehatan BRIN, Prof DR Ni LuhPutu Indi Dharmayanti.

"Vaksin MP BRIN dikembangkan dari gen S virus SARS-CoV-2 delta varian dalam vektor ekspresi yeast," kata Ni Luh ketika dihubungi Media Indonesia, Kamis (8/9).

Baca juga: Pemanis Buatan Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Ni Luh juga jelaskan dalam melakukan uji praklinis meliputi uji imogenesitas, uji toksisitas akut dan berulang, termasuk uji tantang pada macaca.

"Yang akan kami lakukan adalah uji preklinis meliputi uji imogenesitas, uji toksisitas akut dan berulang, termasuk uji tantang pada macaca," jelasnya

Prosen uji praklinis vaksin merah putih BRIN memerlukan waktu enam bulan. Ni Luh juga sampaikan melalui pandemi covid 19 memberikan banyak pelajaran termasuk dalam kemandirian vaksin pada masyarakat.

"Untuk proses praklinis sekitar 6 bulan," tambahnya

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menargetkan laboratorium animal bio safety level 3 (BSL 3) dan fasilitas berstandar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) akan selesai pada Desember 2022.

"Sekarang BRIN sedang membangun fasilitas tersebut termasuk fasilitas Animal BSL 3 utk macaca," katanya.

Keterbatasan fasilitas serta tempat riset menjadi hambatan Indonesia lamban dalam mengembangkan vaksin. "Keterbatasan fasilitas dan kurangnya fasilitas riset membuat Indonesia tidak secepat negara lain dalam mengembangkan vaksin," kata Ni Luh.

Di akhir, Ni Luh juga sampaikan vaksin merah putih merupakan hasil riset anak bangsa."Vaksin karya asli hasil riset anak bangsa yg semoga nantinya menjadi produk yg halal, aman dan poten," tutupnya.(H-3)

BERITA TERKAIT