05 September 2022, 18:39 WIB

Ketum PBNU: R20 Akan Jadi Rekognisi Persoalan Sosial yang Dipicu Agama


Mediaindonesia | Humaniora

Dok.PBNU
 Dok.PBNU
Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf bersama dengan sejumlah duta besar negara--negara yang akan ikut serta dalam pertemuan religion 20.

PENGURUS Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar pertemuan pertama (Introductory meeting) Forum Religion (R20) bersama sejumlah perwakilan Kedutaan Besar negara anggota G20 dan pimpinan lembaga dan organisasi masyarakat di The Ritz Carlton Jakarta, Senin (5/9).

Ketua Umum (Ketum) PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan, pertemuan perdana itu sangat strategis sebab membahas prioritas dan rencana kerja R20 dalam mewujudkan visi agama sebagai sumber solusi global, menebar nilai moral dan spiritual.

"Para pemimpin agama di dunia akan berkumpul dalam forum yang dinamakan Relegion Twenty (R20)," kata Gus Yahya di Jakarta, hari ini.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang itu juga menjelaskan bahwa forum agama internasional yang digagas NU akan mengajak masyarakat untuk melakukan rekognisi persoalan sosial yang kerap dipicu oleh agama.

Untuk itu, ia menilai forum pertemuan pemimpin-pemimpin agama itu diharapkan bisa menjadi solusi dalam menjawab problem sosial keagamaan dalam skala global.

Baca juga: Kampus Bisnis Umar Usman Berkontribusi Lahirkan Pengusaha

Senada dengan Gus Yahya, Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Muhsin Syihab, menyebut bahwa R20 dinilai sebagai forum yang imparsial, inklusif, dan solutif.

Melalui rencana kerja dan program prioritas yang bakal dibawakan forum itu, Muhsin menyebut R20 harus menjadi forum rujukan terkait praktik bertoleransi dan kerja sama antarumat beragama.

Selain itu, ia juga berharap R20 bisa melahirkan sense of contribution dari masyarakat untuk bersama mewujudkan kehidupan sosial yang harmonis.(Ant/OL-4)

BERITA TERKAIT