02 September 2022, 16:21 WIB

Menteri LHK: Kawasan Konservasi Benteng Jaga Kemakuran Rakyat


Atalya Puspa | Humaniora

ANTARA FOTO/Zabur Karuru
 ANTARA FOTO/Zabur Karuru
  

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menegaskan bahwa kekayaan alam Indonesia dalam kawasan konservasi adalah benteng pertahanan garis belakang untuk menjaga kemakmuran rakyat dan kesehatan bumi.

Karena itu, dibutuhkan upaya yang besar dalam menjaga kawasan konservasi di Indonesia.

"Kita tidak boleh lengah dan harus ada kesungguhan untuk menjaga sumber daya alam Indonesia ini dengan sebaik-baiknya," kata Siti di acara Puncak Hari Konservasi Alam Nasional, Jumat (2/9).

Seperti diketahui, luas kawasan konservasi di Indonesia mencapai 27,14 juta hektare atau 21 persen dari kawasan hutan di Indonesia.

Kawasan itu dikelilingi oleh 6.381 desa definitif. Namun demikian, terdapat open area seluas 1,6 juta hekatre yang mengindikasikan kerusakan kawasan.

Siti menegaskan bahwa pemerintah sebagai pemangku kepentingan perlu bekerja sesuai dengan amanat undang-undang agar menjaga kekayaan alam supaya bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Baca juga: Perusahaan Berpotensi Alami Kerugian Besar Jika Tak Cegah Deforestasi

Untuk itu, Siti meminta kepada jajarannya, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah hingga kader bangsa dalam bidang konservasi agar tidak luput terhadap tugas untuk menjaga alam.

"Unit kerja konservasi sebagai pemangku kawasan dan benteng terakhir pertahanan garis belakang sangat perlu menanamkan agar tidak boleh lengah dan lepas dari tanggung jawab,: jelas Menteri LHK.

"Seluruh jajaran aparat dan kader konservasi Indonesia harus betul-betul memahami bahwa sumber daya alam kita modal dasar nasional utuk pembangunan nasional bagi bangsa kita saat ini dan mendatang," beber dia.

"Aktualisasi menjaga SDA sebaagi kekayaan alam ini membutuhkan semangat pemahaman yang tepat untuk melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia. Kita tidak bisa main-main tentang konservasi," pungkas Siti.

Sebagai informasi, acara puncak Hari Konservasi Alam Nasional  (HKAN) 2022 mengusung tema Amertha Taksu Abhinaya yang memiliki arti memulihkan alam demi masyarakat sejahtera.

Adapun, acara puncak HKAN diselenggarakan sejak tanggal 31 Agustus hingga 3 September 2022 di Kawasan Taman Nasional Bali Barat. (Ata)

BERITA TERKAIT