31 August 2022, 18:16 WIB

Wapres Minta Kekerasan di Pesantren Diakhiri


Emir Chairullah | Humaniora

Setwapres
 Setwapres
Wapres Ma'ruf Amin

SEJUMLAH kekerasan di sejumlah pondok pesantren belakangan ini dianggap sudah mencoreng dunia pendidikan pesantren. Apalagi kekerasan yang terjadi di beberapa tempat tersebut sudah menimbulkan korban jiwa.

“Ini harus betul-betul diawasi lagi karena mencoreng dunia pesantren,” kata Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam sambutannya pada acara Milad ke-37 Yayasan Waqaf Al Muhajirien Jakapermai di Bekasi, Rabu (31/8)

Ma'ruf Amin mengaku kaget atas kejadian tewasnya seorang santri di sebuah pesantren di Tangerang, Banten setelah mengalami kekerasan dari temannya.

"Beberapa hari ini saya dikagetkan dengan di pesantren terjadinya kekerasan, ada yang mati di Tangerang,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Ma’ruf meminta lembaga pendidikan memberikan ajaran yang moderat, toleran, dan jauh dari kekerasan. “Kalau masih kecil sudah diajarkan kekerasan ini akan bisa membawa sikap yang tidak baik. Itu pengaruh setan supaya kita marah emosional,” jelasnya.

Secara khusus Wapres meminta Yayasan Waqaf Al Muhajirien Jakapermai selaku pengurus sekolah Al-Azhar di Bekasi memastikan tidak ada tindak kekerasan serupa di lingkungan pendidikannya.

"Saya minta jangan sampai di sekolah Islam seperti Al-Azhar ini terjadi (kekerasan) sebab kita ingin menjadikan generasi wasathiyah," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT