31 August 2022, 15:25 WIB

Cegah Radikalisme, Wapres Minta Umat Islam Memiliki Pemikiran yang Moderat


Kautsar Widya Prabowo | Humaniora

ANTARA/SYAIFUL ARIF
 ANTARA/SYAIFUL ARIF
 Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin

WAKIL Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan umat Islam harus memiliki pemikiran yang moderat. Hal ini dinilai dapat mencegah seorang muslim menjadi radikal. 

"Jangan juga berlebihan (menjadi muslim), sehingga kita menjadi kelompok yang radikal, yang ekstrem. Jadi kita yang tengah, yang washatan (moderat)," ujar Ma'ruf saat memberikan Ceramah Umum dalam Milad Ke-37 Yayasan Waqaf Al Muhajirien Jakapermai di Gedung Pusdiklat Al Muhajirien, Margahayu, Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (31/8). 

Baca juga: Atasi Stunting, Indonesia bakal Perbanyak Varietas Padi Bernutrisi

Saat ini isu radakalisme, kata Ma'ruf sudah menjadi perbincangan global. Oleh karenanya, dibutuhkan umat muslim moderat yang menghargai setiap perbedaan, baik dari sisi keyakinan dan pemikiran.

Ma'ruf menilai mayoritas umat muslim di Indonesia telah memegang prinsip wasathiyah atau moderat. Bahkan, beberapa ulama di seluruh dunia banyak yang ingin menjadikan Indonesia sebagai contoh dalam mengembangkan Islam yang moderat.

"Makanya kita jaga (Islam moderat), kita tularkan kepada generasi anak-anak kita. Ini jangan sampai paham-paham radikalisme, terorisme masuk ke dalam negara kita," pinta Ma'ruf. (H-3)

BERITA TERKAIT