28 August 2022, 23:35 WIB

BMKG: Enam Wilayah di NTT Terancam Alami Kekeringan Ekstrem


Naufal Zuhdi | Humaniora

MI/Palce
 MI/Palce
Kekeringan ekstrem di Nusa Tenggara Timur, membuat hewan ternak sulit mendapatkan pakan berupa rumput hijau.

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan imbauan kepada warga untuk mewaspadai terhadap ancaman bencana kekeringan di enam wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini diungkapkan oleh Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II BMKG, Rahmatulloh Adji.

"Wilayah-wilayah yang terancam bencana kekeringan mengalami haru tanpa hujan lebih dari 61 hari dengan peluang diatas 70%," ujarnya.

Rahmatulloh menyebutkan setidaknya ada enam wilayah yang terancam mengalami bencana kekeringan. Enam wilayah tersebut yaitu Kecamatan Kota Raja dan Kecamatan Oebobo di Kota Kupang, Kecamatan Rote Barat Laut di Kabupaten Rote Ndao, Kecamatan Raijua dan Kecamatan Hawu Mehara di Kabupaten Sabu Raijua, serta yang terakhir Kecamatan Haharu di Kabupaten Sumba Timur.

"Keenam wilayah tersebut berstatus awas kekeringan sehingga perlu diwaspadai masyarakat setempat terhadap berbagai dampak yang ditimbulkan," tambahnya.

Tidak lupa Rahmatullah memberikan himbauan kepada masyarakat di wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami bencana kekeringan agar meningkatkan kewaspadaan dan juga dampak yang akan nanti ditimbulkan terkait bencana kekeringan tersebut.

Berkurangnya ketersediaan air tanah dapat juga menyebabkan kelangkaan air, serta meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (H-2)

BERITA TERKAIT