22 August 2022, 23:50 WIB

Pemerataan Riset dan Industri Kesehatan Percepat Penanganan Pandemi


M Iqbal Al Machmudi | Humaniora

Antara
 Antara
Ilustrasi

DIREKTUR Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Ghebreyesus menjelaskan pandemi covid-19 membuka mata dunia pentignya pemerataan penelitian dan manufaktur kesehatan di seluruh dunia terutama negara dengan status lower middle income country.

"Kurangnya kesetaraan dan kurangnya berbagi sangat menghambat respon global dala menghadapi pandemi. Itu sebabnya, untuk memperluas kapasitas negara berpenghasilan rendah dan menengah untuk memproduksi vaksin, alat terapi dan diagnostik untuk covid-19," kata Tedros pada saat opening Health Woriking Group Ke-3, Senin (22/8).

Dirinya menjelaskan langkah awal yang harus dilakukan adalah fokus pada teknologi mRNA dan dapat memperluas ke teknologi lain di masa depan, yang juga saling berkolaborasi untuk memperkuat kapasitas mereka untuk mengatur dan melakukan prakualifikasi vaksin.

"Dengan bekerja sama negara-negara G20 dalam solidaritas, dapatkah kita mengendalikan pandemi dan mendorong pemulihan yang benar-benar inklusif," ujarnya.

Di kesempatan yang sama Additional Secretary health India Shri S Gopalakrishnan memuji upaya Kepresidenan Indonesia pada G20 untuk memprioritaskan perluasan manufaktur global dan pusat penelitian untuk kesiapsiagaan pencegahan pandemi dan respon sebagai prioritas.

"Bahwa untuk memerangi pandemi berikutnya, negara-negara harus memiliki akses yang adil, tepat waktu, dan terjangkau yang didukung oleh kapasitas untuk mengembangkan vaksin, terapi, dan alat diagnostik darat," katanya.

India mendukung usulan Indonesia bahwa negara-negara G20 harus memperkuat kapasitas penelitian dan pengembangan penelitian dan pengembangan, meningkatkan rantai pasokan dan meningkatkan kolaborasi di antara pusat-pusat penelitian publik dan swasta. (H-2)

BERITA TERKAIT