22 August 2022, 20:54 WIB

Menaker Sebut Gencarkan Pendidikan Vokasi Untuk Tingkatkan Daya Saing Digital Indonesia


Mediaindonesia.com | Humaniora

Dok. Pribadi
 Dok. Pribadi
Menaker Ida Fauziyah bersama Rektor UT Ojat Sudrajat di sela wisuda mahasiswa UT

DATA World Digital Competitiveness menunjukkan daya saing digital Indonesia menempati peringkat 56 dari 63 negara. Pemerintah pun berupaya untuk terus meningkatkan daya saing tersebut, salah satunnya lewat pelatihan vokasi.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengungkapkan, beberapa faktor penyebab tertinggalnya daya saing digital itu adalah persoalan mismatch atau ketidakcocokan antara latar belakang pendidikan dengan pekerjaan. 

Saat ini, banyak perusahaan yang kesulitan mencari pekerja yang sesuai dengan kapasitas pendidikannya

"Banyak perusahaan di Indonesia yang sulit mencari karyawan dengan kemampuan digital yang sesuai. Artinya apa? jenis pekerjaan baru lagi, tidak disuplai oleh tenaga kerja yang sesuai dengan jenis pekerjaan baru tersebut,” kata Ida di depan calom wisudawan Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, Banten, Senin (22/8).

Ida pun mendorong seluruh lulusan Perguruan Tinggi (PT) baik negeri dan swasta mengikuti pelatihan vokasi guna mengejar kesenjangan antara latar pendidikan dengan pasar kerja. 

Baca juga : Rachmat Gobel Ajak Pramuka Gorontalo Membangun Daerah

”Pendidikan dan pelatihan vokasi itu sebagai cara kita ya mengatasi mismatch tadi. Perguruan tinggi, kami, kalau Kemenaker kan urusannya pelatihan (vokasi), bukan pendidikan, pelatihan vokasi. Harus juga menyesuaikan dengan kebutuhan teknologi yang semakin tinggi,” ujarnya.

Ida menegaskan, wisuda bukan berarti selesai melakukan pembelajaran, pembelajaran itu bisa dilakukan sepanjang hayat, siapa pun, dimana pun memiliki kesempatan yang sama.

"Saya kira Universitas Terbuka yang memiliki inovasi tersebut, belajar tanpa melihat batas waktu, tidak melihat batas usia, saya kira mudah-mudahan ini juga terus dilakukan oleh wisudawan dan wisudawati belajar tanpa mengenal batas, batas umur, batas tempat. Karena demi kemajuan teknologi," ujarnya,

Rektor UT Ojat Darojat mengaku terus menyiapkan lulusannya agar mampu bersaing di tengah tingginya kemajuan teknologi digital saat ini. pemanfaatan teknologi bahkan telah diterapkan sejak awal perkuliahan. 

”Saat ini kita sangat eksesif di dalam mengintegrasikan kemajuan yang telah dicapai dalam bidang teknologi ke dalam proses program UT, termasuk juga dalam ujian UT. Jadi kegiatan-kegiatan perkuliahan sudah sangat sarat dengan pemanfaatan teknologi,” ucapnya. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT