16 August 2022, 21:50 WIB

Univeristas Budi Luhur Lantik Satgas Penanganan Kekerasan Seksual


mediaindonesia.com | Humaniora

Ist/UBL
 Ist/UBL
Acara pelantikan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Kampus UBL, Jakarta, Selasa (16/8). 

MENINDAKLAJUTI hadirnya Permendikbud No.30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS), Universitas Budi Luhur (UBL) berkomitmen untuk mendukung langkah konkret dalam pendampingan korban kekerasan.

Pendampingan bertujuan untuk memulihkan dan membantu korban membuka relasi yang sehat dengan orang lain, dibuktikan dengan terbentuknya Satgas yang tertuang dalam Keputusan Rektor Universitas Budi Luhur Nomor: K/UBL/REK/000/001/07/22 Tentang Pengangkatan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). 

Langkah ini kemudian berlanjut dengan diagendakannya pelantikan Satgas yang tertuang dalam Keputusan Rektor pada 15 Agustus 2022 bertempat di Gedung Grha Mahardhika Bujana Universitas Budi Luhur. 

Pelaksanaan pelantikan dilaksanakan secara offline dengan peserta Satgas yang dilantik sebanyak 40 orang dan dilantik langsung oleh Rektor Universitas Budi Luhur Dr. Ir. Wendi Usino, M.Sc., M.M. Dihadiri oleh Ketua BPH YBLC Kasih Hanggoro, MBA serta Deputi Rektor, Ketua Pos Sapa SWYC Dr Umaimah Wahid MSi. Dekan dan Kaprodi setiap fakultas yang ada di Universitas Budi Luhur. 

Baca juga: KemenPPPA Desak Polisi Tangkap 8 Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak di Bogor

Satgas PPKS ini memiliki tugas melakukan pencegahan yang diwujudkan dalam bentuk program edukasi maupun sosialisasi antikekerasan seksual dan peraturan rektor serta infrastruktur mendukung upaya dari pencegahan kekerasan seksual di lingkungan kampus.

Tugas dan fungsi lainnya seperti fungsi penanganan yang terdiri dari prosedur, pertama pelaporan atau pengaduan. Kedua investigasi dengan cara mencari, memastikan, dan mengumpulkan bukti. Ketiga adalah kajian dalam pengambilan keputusan yang sebelumnya atas diskusi bersama Pos Sapa Budi Luhur dan juga Panitia Seleksi.

Acara pelantikan satgas berjalan lancar tergambar dengan antusias yang tinggi dari warga kampus seperti, tenaga pendidik, deputi, dan mahasiswa.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Budi Luhur. Dilanjutkan dengan sambutan Rektor Universitas Budi Luhur Dr. Ir. Wendi Usino, M.Sc., M.M dan Ketua BPH YBLC Kasih Hanggoro, MBA.

Anggota satgas kemudian melakukan ikhrar janji dihadapan para tamu undangan untuk berkomitmen menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan amanah.

LLDIKTI turut memberikan ucapan selamat dan wajengan untuk para satgas yang berhasil dilantik, diwakili oleh Norsanty S.Kom selaku Kepala Bagian Tata Usaha Lembaga Pendidikan Tinggi Wilayah III. 

Rektor UBL Wendi Usino mengatakan hadirnya Satgas merupakan amanat Permendikbud Ristek No.30 Tahun 2021 dengan setiap kampus memiliki satgas yang dapat melakukan pengawalan sehingga kampus dapat menjadi lingkungan yang sehat, aman, nyaman dan juga tanpa kekerasan seksual.

"Permendikbud Ristek ini berupaya memastikan seluruh elemen dan pemangku kepentingan dalam universitas dapat mengambil peran mencegah dan menangani kekerasan seksual," kata Wendi dalam keterangan pers, Selasa (16/8).

Pembentukan Satgas diawali sudah dari beberapa bulan lalu dengan nama pendaftar disaring dan mendapat surat rekomendasi dari Kaprodi atau Dekan Fakultas. Sebelumnya, telah dilaksanakan uji publik para panitia seleksi. 

Ketua Pos Sapa SWYC Dr Umaimah Wahid MSi berharap pembentukan Satgas PPKS Universitas Budi Luhur dapat menjadi upaya terciptanya lingkungan kampus yang aman, nyaman dan sehat bagi para warga kampus budi luhur.

Bekerja sama dalam mewujudkan atmosfer menuntut ilmu dan bekerja bagi seluruh warga kampus tidak hanya Satgas saja yang berperan tapi semua element turut membantu. Maka dari itu bagi yang melihat atau mengalami dapat menghubungi kontak media sosial pos sapa swyc budi luhur di @swyc_budiluhur. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT