16 August 2022, 06:30 WIB

Ini Manfaat Mendongeng di Era Digitalisasi


Meilani Teniwut | Humaniora

MI/Meilani Teniwut
 MI/Meilani Teniwut
Penulis dan ilustrator asal Australia Jasmine Seymour mendongeng kepada anak-anak di Perpustakaan Jakarta.

MENDONGENG adalah budaya yang identik dilakukan melalui lisan dan tulisan. Umumnya dilakukan oleh orangtua kepada anak sebelum tidur. 

Jasmine Seymour, penulis sekaligus ilustator asal Australia, mengatakan orangtua memiliki peran penting untuk menfasilitasi kecintaan membaca buku dengan cara membaca lebih dari satu buku bersama dengan anak. 

Namun, perkembangan teknologi dan informasi dewasa ini mulai menggeser kedudukan dan fungsi tradisi bercerita bagi anak-anak.

Baca juga: Cegah Kekerasan Anak LSM Sahabat Anak di Solo Beri Edukasi Lewat Dongeng

Sebelum melangkah ke manfaatnyanya, ayo kita lebih dulu pahami dampak era digitalisasi kepada anak-anak. 

Dilansir dari kemendikbud.go.id, berikut adalah beberapa hal negatif dari kemajuan teknologi bagi anak yang dirangkum dari sejumlah sumber:

  1. Kemajuan teknologi berpotensi membuat anak cepat puas dengan pengetahuan yang diperolehnya sehingga menganggap bahwa apa yang dibacanya di internet adalah pengetahuan yang terlengkap dan final.
  2. Kemajuan teknologi membawa banyak kemudahan, maka generasi mendatang berpotensi untuk menjadi generasi yang tidak tahan dengan kesulitan.
  3. Kemajuan teknologi membawa banyak kemudahan, maka generasi mendatang berpotensi untuk menjadi generasi yang tidak tahan dengan kesulitan.
  4. Kemajuan teknologi juga berpotensi mendorong anak untuk menjalin relasi secara dangkal. 
  5. Mengalami penurunan konsentrasi. 
  6. Memengaruhi kemampuan menganalisis permasalahan. 
  7. Malas menulis dan membaca. 
  8. Penurunan dalam kemampuan bersosialisasi eksternal dan internal.

Setelah mengetahui dampaknya. Lantas seperti apa manfaat dogeng ini di era digitalisasi? Simaklah poin-poin berikut ini yang telah dirangkum dari berbagai sumber. 

1. Meningkatkan daya imajinasi anak sekaligus membangun dan membentuk hati nurani anak.

Anak belum dapat menentukan sendiri mana yang baik dan mana yang buruk. Melalui dongeng, orangtua bisa mengajarkan hal itu. 

Biasanya dalam dongeng ada tokoh yang jahat yang akan mendapat hukuman karena kenakalan atau kejahatannya dan ada tokoh yang baik yang mendapat hal yang baik karena memiliki sifat yang baik. 

Secara tidak langsung, melalui mendongeng, kita telah mendidik anak untuk menentukan ingin seperti apa dia kelak. Mau seperti tokoh yang jahat ataukah yang baik. Dengan demikian kita telah mengajarkan tentang moral kepada anak.

2. Meningkatkan kecerdasan anak

Melalui proses mendongeng yang dilakukan orangtua kepada anak, tentunya akan meningkatkan kecerdasan anak. Anak akan lebih mudah mengingat informasi yang tertuang serta pesan yang terdapat dalam dongeng yang didengarkan. 

Melalui hal itu, tentunya anak akan bereaksi untuk bertanya, mengemukakan pendapat, menanggapi isi cerita, dan sebagainya.

3. Menjaga interaksi emosional dengan anak

Apabila proses mendongeng dilakukan dengan baik oleh orangtua kepada anak, misalnya dengan menggunakan pilihan kata yang baik dan benar, memeluk dan membelai anak sambil mendongeng, memberikan senyuman, kontak mata, serta mendongeng dengan ekspresi yang mendalam tentu saja akan menciptakan situasi yang baik untuk perkembangan emosional anak.

4. Menambah pengetahuan anak

Dongeng tentunya mengandung banyak informasi baru bagi anak yang sangat bermanfaat. Misalnya melalui dongeng tentang binatang (fabel) anak akan mengetahui informasi tentang bentuk atau ciri-ciri suatu hewan tertentu. 

Misalnya cerita tentang seekor kelinci, secara tidak langsung anak akan mengetahui bahwa kelinci itu bertelinga panjang, berbadan kecil, dan larinya kencang. Dongeng tentang kura-kura, anak akan secara tidak langsung mendapat pengetahuan tentang bentuk hewan kura-kura.

5. Meningkatkan kemampuan berbahasa, komunikasi verbal, dan menumbuhkan minat baca anak

Dongeng menjadi media yang dapat menumbuhkan kemampuan berbahasa dan komunikasi anak. Karena saat orangtua mendongeng, anak akan dirangsang untuk beraktivitas melalui proses mendengarkan, berbicara, bahkan jika dongeng yang disampaikan melalui sebuah buku dan bergamabar tentunya anak akan tertarik untuk membaca dan melihat gambar yang ada. 

Selain itu, jika orangtua mampu menunjukkan ekspresi yang baik, anak akan mencoba menirukan dan memahami bagaimana rasanya sedih, sakit, marah, kecewa, dan sebagainya.

6. Menanamkan budi pekerti kepada anak

Pendidikan budi pekerti anak adalah tanggung jawab besar orangtua. Seorang anak jika dari kecil telah dididik dengan baik dengan penanaman nilai-nilai moral yang baik dengan penuh kasih sayang dan perhatian tentunya akan berdampak besar bagi perkembangan budi pekerti anak. Hal ini dapat dilakukan melalui mendongeng. Setiap dongeng biasanya memiliki pesan yang tersirat untuk ditanamkan kepada anak. (OL-1)

BERITA TERKAIT